Meski demikian, dokumen standar teknis dan rincian masa pemeliharaan belum dijelaskan dalam wawancara.
Endro mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kualitas lintasan setelah fasilitas dibuka untuk umum.
Ia secara khusus meminta pengguna memperhatikan jenis sepatu yang digunakan saat berlari.
“Yang penting ya karena untuk peruntukan ini khusus,” ujarnya saat menjelaskan perlunya menggunakan sepatu olahraga yang sesuai.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi lintasan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Akses publik yang lebih luas diharapkan berjalan beriringan dengan tanggung jawab pengguna merawat fasilitas bersama.
Dengan rampungnya jogging track, Stadion Sarengat mulai diarahkan menjadi ruang olahraga yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Tahap berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara tertib dan berkelanjutan.
Sementara itu, rencana perbaikan tribun stadion masih menunggu tindak lanjut permohonan dukungan anggaran.
Endro mengatakan Pemkab Batang telah menyurati FIFA, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Permohonan tersebut memuat rencana pembangunan stadion secara menyeluruh dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp200 miliar.
Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa permohonan dan belum menjadi kepastian realisasi.
“Untuk pembangunan sampai Rp200 miliar untuk menyelesaikan tribun. Tapi sekali lagi ini baru permohonan, baru permohonan,” kata Endro.
Untuk saat ini, perhatian utama pengembangan kawasan tertuju pada pemanfaatan jogging track dan penataan fasilitas pendukung secara bertahap.