Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan jajaran kesehatan dan fasilitas pelayanan medis di wilayah Batang.
Kunjungan Gibran dilakukan untuk melihat langsung kondisi pasien sekaligus memastikan penanganan berjalan.
Kehadiran Wapres juga memperlihatkan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada pendataan dan penanganan awal.
Pemulihan pasien menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Begitu pula kepastian bahwa keluarga tidak menanggung beban biaya pengobatan.
Bagi pasien yang masih menjalani perawatan, pesan Gibran adalah memastikan mereka pulih terlebih dahulu.
Sementara bagi warga yang sudah pulang, akses pemeriksaan lanjutan harus tetap terbuka apabila keluhan kembali muncul.
Kunjungan itu pun berlangsung dengan suasana yang lebih dekat dengan pasien.
Gibran tidak hanya menanyakan kondisi kesehatan.
Ia juga berbicara langsung dengan pasien anak dan orang dewasa yang terdampak.
Kalimat permintaan maaf kepada pasien menjadi salah satu pesan yang paling menonjol dari kunjungan tersebut.
“Saya minta maaf ya, Bu, atas kejadian ini,” ujar Gibran.
Setelah itu, ia kembali mengingatkan pasien agar beristirahat dan memastikan kondisi kesehatannya benar-benar pulih.
Penanganan dugaan keracunan makanan di Batang kini tidak hanya menyangkut bagaimana pasien mendapat perawatan.
Pemerintah juga dituntut memastikan pasien mendapatkan layanan sampai pulih.