Namun, pemerintah belum menyimpulkan menu atau bahan makanan tertentu sebagai penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Telur menjadi salah satu bahan makanan yang disebut dalam keterangan warga. Akan tetapi, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.
"Kalau ada salah dari masak atau yang bersifat tidak sehat, akan menimbulkan keracunan. Ini rawan sekali," ujar Suyono.
Dugaan kejadian tersebut juga tidak hanya melibatkan anak-anak penerima manfaat MBG. Sejumlah orang tua mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.
Sementara anak-anak penerima manfaat mengonsumsi makanan tersebut di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Keluhan kemudian mulai dirasakan pada sore hingga malam hari.
Pemerintah mencatat layanan SPPG yang bersangkutan memiliki sekitar 2.700 penerima manfaat. Adapun penerima manfaat berasal dari sejumlah satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Bawang.
Informasi sementara menyebut terdapat dua sekolah dasar serta tiga TK/PAUD yang masuk dalam wilayah layanan. Pemerintah masih melakukan konfirmasi terkait jumlah dan identitas satuan pendidikan yang terdampak.
Suyono menegaskan distribusi MBG dari SPPG tersebut dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi terhadap pengelolaan dapur SPPG.
"Ya diberhentikan, SPPG yang itu," kata Suyono.
Selain menghentikan distribusi, Pemkab Batang akan memanggil koordinator wilayah serta pengelola SPPG untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Menurut Suyono, pengelola SPPG harus menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat. Hal tersebut menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi ribuan penerima manfaat.
BACA JUGA:BREAKING NEWS! Dugaan Keracunan Menu MBG, Puluhan Siswa dan Warga Dirujuk ke RSUD Limpung dan Batang
BACA JUGA:Pelibatan Camat dalam Pengawasan Program MBG di Salatiga Diperlukan
"Ini program negara yang harusnya bagus, tapi tidak dijaga dengan baik," ujarnya.
Suyono menyebut pengelola SPPG dapat menghadapi evaluasi lebih lanjut apabila nantinya ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan makanan.
Ia mengatakan pemerintah akan melihat hasil pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya terhadap SPPG tersebut.