Namun, rencana tersebut masih perlu dilihat lebih lanjut terkait lokasi, panjang perlindungan, waktu pelaksanaan dan sumber pembiayaannya.
Rob Mengancam Kawasan Perikanan
Selain abrasi, rob menjadi persoalan lain yang perlu ditangani di kawasan pesisir Batang.
Budhi mengatakan sejumlah kawasan tambak yang berada di wilayah pesisir turut terdampak rob.
Pemerintah, kata dia, berupaya menghidupkan kembali kawasan perikanan yang masih dapat dimanfaatkan.
Salah satu potensi yang disebut berada pada lahan sekitar 150 hektare yang dinilai dapat dikembangkan kembali untuk kegiatan perikanan darat.
Budhi menyebut konsep budidaya yang dapat dikembangkan antara lain nila salin, yakni budidaya ikan nila yang dapat beradaptasi pada kondisi perairan dengan salinitas tertentu.
Menurut dia, pengembangan tersebut dinilai memiliki peluang karena budidayanya relatif lebih mudah dan risikonya lebih rendah dibandingkan sejumlah alternatif lainnya.
Namun, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu tantangan.
Akses jalan menuju kawasan tersebut perlu mendapat perhatian agar pengembangan kawasan perikanan dapat berjalan.
Budhi mengatakan pemerintah akan berupaya memperbaiki kawasan tambak apabila tersedia anggaran untuk mendukung pemulihan dan pengembangannya.
Perlindungan Sudah Dilakukan Sejak 2018
Upaya perlindungan pantai di Batang sebelumnya juga telah dilakukan melalui pembangunan struktur penahan sedimen.
Ibnu mengatakan sekitar 2018 pemerintah telah membangun pelindung pantai menggunakan karung berbahan geotekstil.
Menurut dia, struktur tersebut berfungsi membantu menangkap transportasi sedimen sehingga daratan dapat kembali terbentuk.
“Jadi fungsinya untuk menangkap transport sedimen, sehingga daratan itu kembali,” jelasnya.
Namun, perlindungan tersebut belum mencakup seluruh garis pantai.
Menurut Ibnu, pembangunan saat itu dilakukan pada titik-titik tertentu, terutama lokasi yang kondisi pantainya masih relatif baik maupun mulai mengalami perubahan.