Musim Kemarau, Bupati Tegal Ischak Ingatkan Warga Tak Main Api Sembarangan

Sabtu 29-08-2026,11:42 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : M. Fatkhurohman

SLAWI, diswayjateng.id – Musim kemarau bukan sekadar soal terik matahari dan sumur yang mulai menyusut. Di balik udara panas dan lingkungan yang mengering, ancaman lain ikut mengintai: kebakaran.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah berkobar dan cepat merembet. Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan membakar sampah, terutama sampah kering yang mudah tersulut. 

”Kalau ada sampah kering, lebih baik dikumpulkan dan dibawa kepada petugas kebersihan. Kita cegah bersama agar tidak terjadi kebakaran," kata Ischak, Jumat (28/8).

Menurut dia, kebakaran kerap bermula dari hal yang dianggap sepele. Api kecil yang tidak diawasi bisa berubah menjadi kobaran besar, terlebih ketika rumput, semak, maupun tumpukan sampah dalam kondisi kering. Karena itu, kewaspadaan warga menjadi benteng pertama untuk mencegah bencana.

BACA JUGA:Sehari, Tiga Insiden Kebakaran Terjadi di Tegal, Kelalaian Jadi Biang Kerok

BACA JUGA:Rumah Perajin Kursi Busa di Pajang Solo Kebakaran, Dua Anak Terluka

Tak hanya ancaman kebakaran, Ischak juga meminta masyarakat menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena aktivitas di bawah terik matahari dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Dia mengingatkan orang tua agar memastikan anak-anak cukup minum, tidak terlalu lama berada di bawah panas matahari dan tetap menjaga pola hidup sehat. ”Cuaca panas seperti ini juga harus kita waspadai. Kesehatan anak-anak harus tetap dijaga,” ujarnya.

Ischak menegaskan, penanganan bencana bukan semata-mata tugas pemerintah. Kesiapsiagaan masyarakat hingga pemerintah desa memiliki peran penting dalam memperkecil dampak ketika bencana datang.

Masyarakat yang peka terhadap lingkungan dapat menjadi mata dan telinga pertama dalam mendeteksi potensi bencana. Begitu pula pemerintah desa yang harus aktif mengingatkan warganya agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.

”Penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah desa juga menjadi bagian penting,” kata Ischak.

BACA JUGA:Kebakaran di Srondol Wetan Semarang, Balita 5 Bulan Meninggal Dunia Usai Dirawat

BACA JUGA:Kebakaran Hanguskan Kandang Ayam di Rembang, Kerugian Mencapai Rp2,5 Miliar

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal akan terus berupaya hadir memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Namun, upaya pemerintah akan jauh lebih efektif jika dibarengi kesadaran masyarakat. Sebab, mencegah kebakaran jauh lebih mudah dibandingkan memadamkan api yang sudah telanjur membesar.

"Pesan saya, di musim kemarau ini jangan biarkan satu percikan kecil berubah menjadi bencana besar," ucapnya. 

Kategori :