Green Batik Antar Unikal Masuk 3 Besar Kerja Sama Internasional Paling Berdampak

Selasa 28-07-2026,14:54 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Ismail F

PEKALONGAN, diswayjateng.id – Universitas Pekalongan (Unikal) memperkuat kerja sama internasional melalui Green Batik Pekalongan Project. Program tersebut mempertemukan Unikal dengan mitra internasional untuk mendorong transformasi industri batik berkelanjutan.

Kolaborasi itu melibatkan sejumlah institusi dari Belanda dan Belgia. Program tersebut juga membuka akses baru bagi Unikal dalam penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian, serta jejaring internasional.

Anggraini Putry Ayuningrum, S.E., M.M., mengatakan Unikal masuk tiga besar kategori kerja sama internasional tingkat LLDIKTI VI. “Nanti dari Dikti baru diumumkan apakah kita lolos mewakili LLDIKTI VI,” katanya, Selasa 28 Juli 2026.

Menurut Anggraini, proses seleksi bermula ketika LLDIKTI VI mengundang sejumlah perguruan tinggi. Unikal kemudian mengirimkan proposal untuk mengikuti seleksi kategori kerja sama internasional.

BACA JUGA: Rida Robiatul Awaliyah, Mahasiswi UMUS Brebes Borong Gelar Top Model Mas Mbak Batik Jateng 2026

BACA JUGA: Strategi UPS Tegal Dorong Mahasiswa S3 Lulus Tepat Waktu

Dari setiap kategori, LLDIKTI VI memilih tiga perguruan tinggi. Tiga perguruan tinggi tersebut kemudian diajukan untuk mengikuti seleksi pada tingkat kementerian.

Pada seleksi tingkat LLDIKTI VI, Unikal bersaing dengan UKSW dan UPGRIS. Ketiganya masuk tiga besar untuk kategori kerja sama internasional paling berdampak.

Sekretaris Program Pascasarjana dan Kerja Sama Unikal, Siwi Sri Widhowati, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., mengatakan kerja sama internasional Unikal telah dibangun sejak 2015. Salah satu mitra internasional pertama Unikal adalah Universiti Brunei Darussalam atau UBD.

Kerja sama dengan UBD diawali melalui program pertukaran mahasiswa. Program tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari hubungan kerja sama kedua perguruan tinggi.

BACA JUGA: 22 Lansia Semarang Diwisuda, Sekolah Lansia Salimah Buktikan Belajar Tak Mengenal Usia

BACA JUGA:UIN Sunan Kudus Jadi Magnet Mahasiswa Papua Barat, Lulusan Kaimana Diwisuda dengan Beasiswa

Namun, dalam seleksi kerja sama internasional paling berdampak, Unikal memilih Green Batik Pekalongan Project. Program tersebut dinilai memiliki dampak luas karena melibatkan kolaborasi lintas institusi dan negara.

Dosen Teknik Batik Unikal, Maghfiroh, S.Si., M.T., menjelaskan program tersebut berawal dari kegiatan Unikal melalui program Matching Fund 2023 dan 2024. Kegiatan tersebut kemudian mendapat perhatian dari The Water Agency.

Komunikasi antara Unikal dan The Water Agency kemudian berkembang menjadi gagasan membentuk tim konsorsium. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperluas dampak program bagi industri batik dan lingkungan.

Kategori :