Ponpes di Lebaksiu Tegal Kebakaran Gegara Hal Sepele Ini

Selasa 14-07-2026,07:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Adi Mulyadi

LEBAKSIU, diswayjateng.id – Api yang diduga berawal dari aktivitas membakar sampah berubah menjadi petaka. Pondok Pesantren (Ponpes) As-Saifi Pancasila Sakti di Desa Lebakgowah RT 03 RW 09, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kebakaran, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 00.10 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kobaran api menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi pihak pondok pesantren.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan, Nawawi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 00.15 WIB. 

Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Slawi dan Pos Adiwerna langsung diterjunkan ke lokasi.

BACA JUGA:Rumah Warga Wonosamodro Boyolali Kebakaran, Ini Kronologi dan Penyebabnya!

BACA JUGA:Kebocoran Gas Diduga Picu Kebakaran Dapur di Puring, Pria 41 Tahun Terluka

"Begitu menerima laporan, petugas segera bergerak menuju lokasi. Dua unit armada dikerahkan agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain," ujar Nawawi.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.35 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan melahap sebagian bangunan pondok. Proses pemadaman berlangsung cukup alot karena kobaran api terus membesar.

Setelah berjibaku hampir satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya pada pukul 01.20 WIB. Usai proses pendinginan, lokasi dipastikan dalam kondisi aman dan kondusif.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merambat ke bangunan pondok. 

BACA JUGA:Kandang Ayam di Kaliwadas Tegal Kebakaran Jelang Panen, 33 Ribu Ayam Hangus Terpanggang

BACA JUGA:Tragis! Terjebak Kebakaran Kebun Tebu, Petani Lansia di Batang Ditemukan Tewas

Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat human error. Api dari pembakaran sampah merambat ke bangunan hingga akhirnya membesar. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup signifikan," jelas Nawawi.

Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada malam hari dan di sekitar bangunan yang mudah terbakar.

Kategori :