Kemendidasmen Kampanyekan SPMB PAUD Ramah Murid di Kudus

Minggu 05-07-2026,18:56 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Wawan Setiawan

KUDUS, diswayjateng.id- Tawa anak-anak terdengar memenuhi ruang orientasi di TK 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Kabupaten Kudus. 

Alih-alih mengikuti tes membaca atau berhitung, mereka diajak bermain, berinteraksi, dan mengenal lingkungan sekolah. 

Bagi para guru, itulah cara terbaik mengenali karakter setiap anak. Bagi orang tua, pengalaman tersebut menjadi awal menenangkan dalam mengantarkan buah hati memasuki jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

BACA JUGA:Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan 2026 Dikritisi Bawaslu Kudus, Ternyata Ini Penyebabnya 

BACA JUGA:Al Quran Karya Perusahan Kertas di Kudus Tembus Timur Tengah, Pura Group Pastikan Halal Produknya

Eni Uswati merasakan pengalaman itu, saat mendaftarkan putri bungsunya melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Prosesnya berlangsung sederhana, serta memberi ruang bagi sekolah untuk mengenal anak sejak awal. 

"Persyaratannya cukup membawa akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan pas foto. Setelah diverifikasi, kami mengikuti orientasi bersama anak. Anak-anak diajak asesmen awal agar guru mengenal karakter mereka sejak awal," tutur Eni.

Kepercayaan Eni bukan tanpa alasan. Tiga anaknya sebelumnya, juga bersekolah di tempat yang sama dan tumbuh dalam lingkungan belajar yang ramah. 

"Guru-gurunya sangat peduli. Anak saya yang dulu sangat aktif,.sekarang menjadi lebih terarah, lebih fokus.dan mulai terbiasa menjalankan ibadah," ujar Eni pada Sabtu (3/7/2026). 

Pengalaman serupa juga dirasakan Fathur Rohman. Setelah putranya mengikuti Kelompok Bermain di sekolah tersebut, ia kembali memilih melanjutkan ke jenjang TK. 

Fathur meyakini bahwa pendidikan usia dini bukan tentang mengejar kemampuan akademik. Ia merasa prosesnya sangat baik. Orang tua diberikan penjelasan, sementara anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan. 

"Harapan kami, anak menjadi lebih mandiri, lebih bertanggung jawab, dan semakin berkarakter," katanya. 
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kudus.--

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan, bahwa masa usia dini merupakan fondasi bagi perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya.

 "Hampir semua teori pendidikan menyebutkan bahwa tujuh tahun pertama kehidupan merupakan masa yang paling menentukan. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi seluruh proses pendidikan selanjutnya," ujar Mu'ti. 

Karena itu, Kemendidasmen memasukkan PAUD ke dalam program Wajib Belajar 13 Tahun. Sekaligus memperluas dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik TK dari keluarga sasaran serta peningkatan kompetensi guru PAUD.

Kategori :