Oleh: Wawan Setiawan
Pemimpin Redaksi Diswayjateng.id HEBOH lagi! Kali ini sasarannya tidak main-main, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Lembaga yang belakangan sering jadi bulan-bulanan netizen itu kini berada di ujung tanduk. Isunya ekstrem, mau dibubarkan! Yang melempar bola panas ini bukan orang sembarangan. Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Keuangan. Juga mantan Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Lewat sebuah diskusi, Purbaya blak-blakan mengungkap sebuah rumor yang bikin merinding orang-orang. Katanya, Presiden sudah memberikan tenggat waktu. Hanya satu tahun. Satu tahun untuk apa? Untuk bersih-bersih. Untuk berbenah. Kalau dalam 12 bulan ke depan rapornya masih merah, pelayanan masih dikeluhkan, dan penyelundupan masih bocor di mana-mana, maka opsi radikal itu bisa jadi kenyataan. Dibubarkan. Lalu diganti dengan lembaga baru. Mirip seperti saat menteri keuangan legendaris Ali Wardhana "merumahkan" Bea Cukai pada tahun 1985 lalu menyerahkan tugasnya ke lembaga survei Swiss, SGS. Sejarah memang suka berulang. Dan sejarah biasanya kejam bagi mereka yang abai pada peringatan. Sebenarnya, isu pembubaran ini adalah puncak dari gunung es kejengkelan publik. Anda sudah tahu, media sosial kita beberapa waktu lalu penuh dengan "curhatan " yang berujung viral. Ada masalah mainan impor yang tertahan, sepatu mewah yang pajaknya dinilai tidak masuk akal, hingga urusan peti mati yang sempat bikin heboh. Ditambah lagi dengan kasus-kasus hukum yang menyeret beberapa oknum pejabatnya. Di era digital, ketika semua orang memegang kamera dan punya akun media sosial, ketidakadilan atau keribetan birokrasi tidak bisa lagi disembunyikan. Sekali viral, habis. Kepercayaan publik merosot ke titik nadir. Purbaya menangkap keresahan itu. Dia tahu, kalau sebuah lembaga sudah kehilangan trust (kepercayaan) dari rakyat, fondasinya sudah goyah. Dan presiden, sebagai pemegang mandat tertinggi, tentu tidak mau menanggung beban politik dari lembaga yang terus-menerus memproduksi sentimen negatif. Mungkinkah benar-benar dibubarkan? Tentu ini bukan perkara mudah. Membubarkan lembaga sebesar Bea Cukai ibarat mematikan mesin utama di tengah penerbangan. Urusan logistik, perdagangan internasional, dan penerimaan negara bisa langsung limbung. Namun, ancaman "setahun" ini harus dibaca sebagai sebuah shock therapy. Sebuah peringatan keras berkadar tinggi. Pilihannya kini cuma dua. Berubah total secara struktural dan kultural, atau bersiap digilas perubahan. Jika dalam setahun ke depan tidak ada perubahan masif—jika sistemnya masih rumit, jika oknum-oknumnya masih hobi "bermain", dan jika pelayanan tidak kunjung ramah kepada pelaku usaha—maka opsi pembubaran atau restrukturisasi total bukan lagi sekadar gertakan sambal. Rakyat kini menjadi juri yang paling kejam sekaligus paling jujur. Kita tunggu saja, apakah dalam waktu satu tahun ini Bea Cukai mampu melakukan comeback yang gemilang, atau justru benar-benar harus menyerahkan "kunci rumahnya" kepada lembaga baru. Waktu satu tahun itu pendek. Sangat pendek. Detik pertamanya sudah dimulai hari ini. Tik… Tik… Tik… (*)Setahun Lagi untuk Bea Cukai
Minggu 05-07-2026,17:58 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 05-07-2026,06:00 WIB
Banyak yang Salah Paham, Begini Cara Kerja Teknologi Hybrid Yamaha Gear Ultima
Minggu 05-07-2026,05:13 WIB
Geger Penemuan Bayi di Toilet Kereta Api Sancaka, Polisi Buru Pelaku Pembuangan
Minggu 05-07-2026,12:42 WIB
600 Pembalap Ramaikan Drag Bike Kapolres Cup Pekalongan, Kapolres Targetkan Balap Liar Berakhir
Minggu 05-07-2026,08:00 WIB
Bupati Resmikan Jalan dan 2 Jembatan di Karangsambung Kebumen: Dibangun dari Keikhlasan Keluarga H Sudar
Minggu 05-07-2026,05:00 WIB
Gandeng Radar Tegal TV, Hotel Terasse Guci Tegal Genjot Promosi Wisata
Terkini
Minggu 05-07-2026,23:00 WIB
Ratusan Motor Antik Padati Borobudur, Pestaporantique Angkat Sejarah dan Dongkrak Ekonomi Lokal
Minggu 05-07-2026,22:00 WIB
300 Kursi Perangkat Desa di Batang Bakal Dibuka, Siap-Siap Adu Skill IT
Minggu 05-07-2026,21:56 WIB
Motor Dicuri Saat Bertugas, Petugas Sensus Ekonomi di Pemalang Tetap Lanjut Mendata dengan Pinjam Motor Anak
Minggu 05-07-2026,21:44 WIB
Gudang Kayu di Tembalang Semarang Ludes Terbakar, Atap Bangunan Ambruk, Tidak Ada Korban Jiwa
Minggu 05-07-2026,21:00 WIB