Siapkan SDM untuk Investor, KEK Industropolis Batang Genjot Program PRIMA 2026

Jumat 03-07-2026,20:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Wawan Setiawan

Melalui PRIMA, kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan nyata tenant. Praktik kerja lapangan menjadi bagian utama pembelajaran. 

Pendekatan tersebut diharapkan memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan.

Bagi investor, kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan penting.

Ketersediaan SDM dinilai memengaruhi keberlanjutan investasi.

Karena itu, pembangunan kawasan industri tidak hanya berbentuk infrastruktur.

Pengembangan manusia juga menjadi bagian strategi investasi. Meski demikian, efektivitas program terhadap penurunan turnover masih memerlukan evaluasi jangka panjang.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menyebut pembangunan SDM sama pentingnya dengan pembangunan kawasan industri. 

"Masyarakat Batang tidak lagi menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama industri," ujar Sri Purwaningsih. 

Pemerintah berharap lulusan lokal menjadi pilihan utama perusahaan tenant.

Kolaborasi juga melibatkan dunia pendidikan vokasi. Sebanyak delapan SMK mengikuti Program PRIMA 2026. 

Total 160 siswa mengikuti pelatihan tersebut. Guru juga dilibatkan dalam proses pelaksanaan program. 

Model tersebut memperkuat konsep link and match pendidikan dengan industri. 

Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah, Agus Nowo Edy, menilai pendekatan itu sebagai lompatan besar. 

Ia menyebut keterlibatan sekolah semakin nyata.Guru tidak lagi menjadi pengamat.

Guru ikut memahami kebutuhan perusahaan secara langsung.

Pengalaman tersebut diharapkan memengaruhi penyusunan pembelajaran di sekolah.

Kategori :