“Sebenarnya itu salah. Anak harus diarahkan ketika sudah beranjak dewasa. Jangan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
BACA JUGA: Respon Cepat Call Center 110, Perselisihan Keluarga di Kertayasa Tegal Berhasil Dimediasi
BACA JUGA: Mudahkan Masyarakat, Polres Tegal Hadirkan Layanan SIM Keliling Selama Juni 2026
Dampak Perkembangan Teknologi
Bagus juga menyoroti perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui smartphone dan internet. Tanpa pengawasan yang cukup, fasilitas tersebut bisa menjadi pintu masuk pergaulan yang salah dan memicu perilaku negatif.
Menurutnya, meski sudah duduk di bangku SMA atau SMK, remaja masih berada dalam fase labil dan sangat mudah terpengaruh lingkungan maupun provokasi dari luar. Karena itu, penggunaan smartphone juga harus mendapat pendampingan dari orang tua.
“Anak-anak sekarang sangat mudah berinteraksi melalui internet. Kalau tidak ada pengawasan, mereka bisa masuk ke lingkungan pergaulan yang menyesatkan. Padahal mereka masih sangat mudah terprovokasi,” katanya.
Bagus yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kecamatan Pangkah, Kedungbanteng dan Tarub itu menambahkan, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci utama mencegah tawuran pelajar.
BACA JUGA: Wabup Tegal Ajak Warga Lawan Krisis Lingkungan, Luncurkan Gerakan Satu Rumah Satu Pohon
BACA JUGA: Satpol PP Kabupaten Tegal Endus Rokok Ilegal Kualitas Pabrikan
Orang tua harus aktif memberikan pemahaman mengenai batasan perilaku, risiko pergaulan bebas, hingga cara menyikapi persoalan tanpa kekerasan.
“Bagaimana kita menjelaskan yang baik dan buruk. Sebagai orang tua, kita harus bisa menjadi katalisator agar anak membentuk persepsi yang tepat. Kalau komunikasi terjalin baik, potensi anak terlibat tawuran juga bisa diminimalkan,” pungkasnya.