Hadapi Krisis Iklim dan Abrasi di Batang, 30 Ribu Mangrove Jadi Solusi

Selasa 09-06-2026,08:00 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Adi Mulyadi

Dukungan BPI terhadap pelestarian lingkungan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Batang.

BACA JUGA: Diwakili GPK Macan Roban, Warga Desa Ketanggan Datangi KIT Batang, Bahas Jalan hingga Isu Prostitusi

BACA JUGA: Diduga Mengantuk, Pengendara Vario Tewas Hantam Truk Parkir di Pantura Batang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto menegaskan peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama menjaga kelestarian alam.

"Peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan," katanya.

Ia mengapresiasi keterlibatan dunia usaha yang aktif mendukung penghijauan dan konservasi kawasan pesisir.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Kecelakaan Beruntun di Pantura Batang, Truk Mogok Picu Tiga Korban Luka

BACA JUGA: Andre Yuniarto Pimpin Pertina Batang, Regenerasi Petinju Muda Jadi Fokus

Komitmen konservasi yang dijalankan BPI bukan program sesaat. Sepanjang 2025, perusahaan telah menanam lebih dari 60.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Batang dan wilayah Pantai Utara Jawa.

Program tersebut kini berlanjut pada 2026 melalui penyediaan 30.000 bibit mangrove baru. Melalui langkah itu, BPI berharap kawasan pesisir Batang semakin tangguh menghadapi abrasi, perubahan iklim, dan berbagai ancaman lingkungan di masa depan.

Kategori :