SLAWI, diswayjateng.id – Dua jamaah haji asal Kabupaten Tegal dipastikan wafat saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Keduanya berasal dari Desa Pagongan dan Kelurahan Slawi Kulon.
Kabar tersebut disampaikan langsung Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 1 SOC, Selasa (2/6/2026) malam.
“Informasi yang kami terima ada dua jamaah asal Kabupaten Tegal yang meninggal dunia. Satu dari Pagongan dan satu lagi dari Slawi Kulon. Kita doakan bersama semoga mendapatkan husnul khatimah karena wafat saat menunaikan ibadah haji, insyaallah memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT,” ujar Ischak.
Malam itu, suasana di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, terasa berbeda. Tangis haru pecah saat satu per satu jamaah haji Kloter 1 SOC Embarkasi Solo turun dari bus setelah menuntaskan perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Senyum bahagia terpancar dari wajah para jamaah yang akhirnya kembali ke Indonesia. Namun di balik kebahagiaan itu, terselip kabar duka yang menyayat hati.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kepulangan musim haji tahun ini menjadi momen yang penuh emosi. Di saat ratusan jamaah kembali dengan selamat dan disambut pelukan hangat keluarga, ada dua kursi yang tetap kosong. Ada dua rumah yang masih menanti, namun yang pulang hanyalah kabar dan doa.
Meski demikian, Bupati Ischak mengajak masyarakat untuk memaknai wafatnya jamaah tersebut sebagai kemuliaan. Sebab, mereka menghembuskan napas terakhir saat memenuhi panggilan Allah SWT di Tanah Suci.
Di tengah suasana duka itu, rasa syukur tetap mengalir. Sebanyak 358 jamaah yang tergabung dalam Kloter 1 SOC berhasil kembali ke tanah air dalam kondisi sehat setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah kondisi jamaah dalam keadaan sehat. Kami bersyukur seluruh rangkaian, terutama untuk Kloter 1 ini, berjalan sesuai harapan dan lancar. Semoga para jamaah pulang dengan predikat haji yang mabrur,” ucapnya.
Kepulangan Kloter 1 menjadi penanda dimulainya proses pemulangan jamaah haji Embarkasi Solo tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Sejak sore hingga larut malam, area asrama haji dipenuhi keluarga yang menunggu dengan wajah penuh harap.
Ada yang membawa bunga, ada yang menggenggam erat foto orang tua, dan ada pula yang tak kuasa menahan air mata saat melihat anggota keluarganya kembali.
Usai prosesi penyambutan sekitar pukul 23.00 WIB, para jamaah langsung diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal menggunakan armada bus yang telah disiapkan.
Perjalanan pulang itu menjadi akhir dari penantian panjang sekaligus awal kehidupan baru sebagai penyandang gelar haji.
Ischak berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci tidak berhenti di Makkah dan Madinah saja, tetapi terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan setelah melaksanakan ibadah haji ini kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rajin beribadah, dan mampu menebarkan manfaat bagi masyarakat. Haji adalah ibadah yang sangat dinantikan karena merupakan panggilan Allah SWT,” pesannya.