SLAWI, diswayjateng.id – Peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal tidak hanya diramaikan berbagai kegiatan seremonial dan pembangunan fisik. Pemerintah Kabupaten Tegal juga menghadirkan program kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat melalui bakti sosial operasi bibir sumbing gratis bagi puluhan pasien.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/5/2026), merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Tegal, RSUD dr. Soeselo Slawi, dan Yayasan Smile Train Indonesia.
Sebanyak 39 pasien mengikuti operasi yang berlangsung di RSUD dr. Soeselo Slawi, terdiri atas 29 anak-anak dan 10 pasien dewasa.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, program tersebut bukan sekadar layanan medis, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, setiap tindakan operasi yang dilakukan menjadi harapan baru bagi para pasien untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
"Ini bukan sekadar layanan medis, tetapi juga wujud nyata kepedulian kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kita berupaya menghadirkan kembali senyum anak-anak kita serta memberikan harapan baru bagi mereka dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Ischak saat memberikan sambutan di Aula Selatan RSUD dr. Soeselo Slawi, Sabtu (30/5/2026).
Ischak mengatakan, peringatan hari jadi daerah harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Tegal juga terus memperkuat program-program sosial dan kesehatan yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
Dia menilai meningkatnya jumlah peserta operasi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa program tersebut semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya.
Meski demikian, harapan terbesar bukanlah bertambahnya peserta, melainkan berkurangnya jumlah penderita bibir sumbing di masa mendatang.
"Harapan kita tentu bukan jumlah pasien yang semakin banyak, melainkan jumlah penderita bibir sumbing yang semakin berkurang dari tahun ke tahun," cetusnya.
Direktur RSUD dr. Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin, menjelaskan mayoritas pasien yang mengikuti operasi berasal dari Kabupaten Tegal. Namun, ada pula pasien dari Kabupaten Semarang, Purbalingga, dan Pemalang yang turut memanfaatkan layanan tersebut.
Menurutnya, kondisi bibir sumbing tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kesulitan makan, minum, hingga berbicara.
"Mudah-mudahan melalui operasi ini para pasien, khususnya anak-anak, dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal," ujarnya.
Guntur menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain membantu penanganan bibir sumbing, program ini juga mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC).