“Untuk tahun ini insyaallah persiapan sudah matang,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan terbesar terjadi pada jenjang SD.
“Dan yang terbaru tahun ini SD online,” lanjutnya.
Sementara sistem online SMP sudah berjalan memasuki tahun keempat.
Sistem baru itu membuat orang tua tidak perlu lagi mengantre sekolah.
Pendaftaran kini bisa dilakukan langsung dari rumah masing-masing.
Masyarakat dapat memakai telepon genggam maupun laptop pribadi.
“Bisa langsung dari perangkatnya masing-masing dari rumah,” jelas Bambang.
Dinas juga menyiapkan solusi bagi warga tanpa perangkat digital.
Sekolah tujuan diminta menyediakan fasilitas pendaftaran daring.
“Di sekolah yang mau dituju sudah disiapkan perangkat,” katanya.
Artinya, proses tetap online meski memakai fasilitas sekolah.
Soal batas usia masuk SD, prioritas tetap diberikan usia tujuh tahun.
Namun sekolah tetap bisa menerima usia di bawahnya.
Kondisi itu berlaku jika kuota belum terpenuhi.
“Yang jelas usia 7 tahun memang yang diutamakan,” terang Bambang.