JAKARTA, jateng.disway.id – Bupati Batang mulai tancap gas mewujudkan program “Batang Terang” melalui proyek besar penerangan jalan umum berbasis teknologi pintar atau smart lighting.
Langkah itu ditunjukkan langsung saat Pemkab Batang menggelar penjajakan minat pasar (market sounding) proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum (KPBU APJU) di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.
Tak tanggung-tanggung, forum strategis tersebut dihadiri sekitar 120 peserta mulai investor, kontraktor, hingga lembaga pembiayaan nasional.
Hadir pula perwakilan Kementerian Keuangan, Kemendagri, Bappenas, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), hingga pimpinan DPRD Kabupaten Batang.
BACA JUGA: Hitung Mundur KPBU PJU Batang Terang, 7.000 Lampu Ditarget Menyala 2027
BACA JUGA: Gas Pol KPBU APJ 7.095 Lampu, Bapperida Batang Gelar Capacity Building untuk Panitia
Di hadapan para calon investor, Bupati Faiz membeberkan alasan mengapa proyek penerangan jalan menjadi kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Batang.
Salah satu faktor utama adalah tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2023 tercatat sekitar 500 kejadian kecelakaan, naik menjadi 520 kasus pada 2024, hingga mendekati 550 kejadian sepanjang 2025.
Menurut Faiz, kondisi jalan gelap juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pekerja industri yang harus pulang malam akibat sistem kerja shift.
BACA JUGA: Lompatan Infrastruktur Batang 2027, KPBU Penerangan Jalan dan TPST Sentul Jadi Andalan
BACA JUGA: Batang Segera Sosialisasi KPBU APJ Rp300 miliar, Pengusaha Lokal Diminta Siap-siap
“Kalau setiap tahun kita hanya mampu membangun 100 titik lampu jalan baru, apakah masyarakat harus menunggu sampai 90 tahun? Tentu kita akan semakin tertinggal,” tegas Faiz.
Ia menilai penerangan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan dasar untuk keselamatan, keamanan, hingga penggerak ekonomi malam hari.
Saat ini, cakupan layanan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Batang baru sekitar 37 persen atau sekitar 4.000 lampu dari total kebutuhan mencapai 13 ribu titik.