Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus, mengatakan tema Togetherness dipilih karena dinilai relevan dengan kondisi global yang saat ini dipenuhi konflik geopolitik dan perpecahan sosial.
“Lewat seni grafiti, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perbedaan budaya bisa disatukan dalam ruang kreatif yang damai,” ujarnya.
Menurut Iwan, festival ini tidak sekadar menjadi ajang mural internasional, tetapi juga ruang kolaborasi lintas negara yang mempertemukan komunitas street art dunia tanpa batas bahasa maupun latar belakang budaya.
Ia menyebut MOS 2026 merupakan gelaran kelima yang rutin diselenggarakan sejak 2022. Tahun ini, atmosfer festival dinilai semakin matang, baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi komunitas internasional.
Selain menjadi panggung seni, festival ini juga menjadi sarana promosi produk aerosol lokal Belazo milik INDACO. Produk cat semprot tersebut digunakan langsung para muralis dunia selama festival berlangsung.
“Kepercayaan seniman internasional terhadap produk lokal kami mulai berdampak pada pasar ekspor,” ungkap Iwan.
Sejak 2024, produk aerosol buatan Solo Raya itu disebut telah menembus pasar Eropa Timur dan Asia Tenggara, seiring meningkatnya eksposur internasional melalui festival grafiti tersebut.
Gelaran Meeting of Styles 2026 Indonesia pun kembali menegaskan posisi Solo Raya sebagai salah satu pusat perkembangan street art internasional di Indonesia.