100 Relawan Supeltas Solo Dibekali Etika dan Teknik Pengaturan Lalu Lintas

100 Relawan Supeltas Solo Dibekali Etika dan Teknik Pengaturan Lalu Lintas

Sebanyak 100 sukarelawan pengatur lalu lintas atau Supeltas mengikuti pembinaan khusus yang digelar Satlantas Polresta Solo.-Istimewa-

SOLO, diswayjateng.com – Sebanyak 100 sukarelawan pengatur lalu lintas atau  Supeltas mengikuti pembinaan khusus yang digelar Satlantas Polresta Solo, untuk meningkatkan kemampuan sekaligus keselamatan mereka saat bertugas di jalan raya.

Kegiatan pembinaan tersebut diisi dengan pemberian rompi, pengarahan, hingga pelatihan teknis terkait tata cara pengaturan arus kendaraan yang aman dan sesuai prosedur.

Kasatlantas Polresta Solo, Dhayita Daneswari, mengatakan para Supeltas selama ini memiliki peran penting membantu kelancaran lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kemacetan saat jam sibuk.

“Kami memberikan pembinaan sekaligus dukungan kepada rekan-rekan Supeltas agar mereka memahami etika, teknik pengaturan lalu lintas, serta aspek keselamatan saat bertugas,” ujarnya.

Menurut Dhayita, seluruh Supeltas yang dibina telah terdata dan berada di bawah koordinasi resmi. Mereka tersebar di sejumlah persimpangan dan kawasan padat kendaraan di Kota Solo.

“Total ada sekitar 100 Supeltas binaan Polresta Solo. Mereka membantu pengaturan lalu lintas pada jam-jam padat seperti berangkat kerja, pulang kerja, dan jam sekolah,” katanya.

Ia menegaskan keselamatan para relawan menjadi prioritas utama. Karena itu, Satlantas terus memberikan edukasi mengenai posisi aman saat mengatur kendaraan hingga cara memberikan isyarat lalu lintas yang benar.

“Pengaturan lalu lintas tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus memahami teknik dan keselamatan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan,” jelasnya.

Keberadaan Supeltas dinilai cukup membantu mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di sejumlah titik. Menurut Dhayita, keteraturan arus kendaraan menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kecelakaan di jalan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Supeltas Solo, Narno, mengaku bersyukur karena para relawan selama ini mendapat pembinaan dan perhatian dari kepolisian.

“Pembinaan ini membuat kami lebih paham cara mengatur lalu lintas yang benar dan aman,” katanya.

Narno yang telah menjadi Supeltas sejak 2014 mengaku menjalani aktivitas tersebut secara sukarela demi membantu masyarakat dan menciptakan ketertiban lalu lintas di Kota Solo.

Hal serupa disampaikan Supeltas perempuan, Retno Esliningtyas. Ia menilai pelatihan dari Satlantas membuat para relawan semakin tertata dalam bertugas di lapangan.

“Kami jadi lebih memahami teknik pengaturan lalu lintas karena ternyata ada aturan dan gerakan khusus yang harus dipahami,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: