Jasa Marga Kembangkan Teknologi Berbasis RFID Menuju Zero Over Dimension Over Load 2027

Sabtu 25-04-2026,09:00 WIB
Reporter : Erna Yunus Basri
Editor : Laela Nurchayati

"Keberadaan empat ruas tol yang diberlakukan secara fungsional tanpa tarif terbukti sangat membantu dalam mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di ruas Jakarta-Cikampek II Selatan yang mampu mengurangi beban di titik krusial seperti KM 66," ujarnya. 

BACA JUGA: Halaman Kantor Bupati Pati Mencekam, Aparat Menghalau dan Bubarkan Massa Anarkis

BACA JUGA: Kenalkan Mitigasi Bencana, Dinas Sosial Tegal Adakan Tagana Masuk Sekolah

Ia menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor dan inovasi berkelanjutan menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran Idulfitri 1447H/Lebaran 2026.

Rivan menambahkan, keberhasilan pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Hal ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang luar biasa. 

Selain itu, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga ditandai dengan penurunan angka kecelakaan di jalan tol, yang mencerminkan meningkatnya aspek keselamatan dan keamanan perjalanan para pengguna jalan. 

"Meski demikian, Jasa Marga menilai bahwa kegiatan evaluasi tetap menjadi hal penting sebagai dasar perbaikan layanan di masa mendatang, khususnya dalam menghadapi periode _traffic_ tinggi berikutnya yaitu Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran 2027," imbuhnya. 

BACA JUGA: Sebabkan Kerugian Rp1,7 Miliar, Grup NDX AKA Asal Yogya Siap Dilaporkan ke Polda Jateng

BACA JUGA: Dua Pelajar Kudus Perkuat Timnas Putri U-17 Berlaga di Liga Sepak Bola Putri Prancis

Evaluasi ini, diakuinya, menjadi wujud komitmen bersama bahwa negara hadir untuk terus memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat. 

Dimana, penyelenggaraan Operasi Ketupat di masa mendatang harus semakin lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Senada dengan Rivan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil nyata dari kolaborasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan. 

"Sinergi antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Pemerintah Daerah, operator transportasi, serta _stakeholder_ lainnya menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan perjalanan masyarakat," jelas Dudy.

BACA JUGA: Antisipasi Kemarau, PDAM Semarang Perkuat Distribusi Air Bersih dengan Tambahan Armada Tangki

BACA JUGA: Suasana Haru Warnai Pelepasan 73 Jemaah Haji Bawang, Ada yang Tunggu 14 Tahun

Dudy juga mengapresiasi berbagai inovasi rekayasa lalu lintas yang diterapkan, seperti _one way_ nasional dan _one way_ sepenggal, yang terbukti efektif dalam mengurai kepadatan. 

Kategori :