SLAWI, diswayjateng.com - Jelang hari raya kurban, Pemkab Tegal melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) telah melakukan rangkaian vaksinasi pada hewan kurban.
Bahkan vaksinasi untuk penyakit kulit dan mulut hewan kurban sudah dilakukan sejak bulan Frebuari 2026 silam.
Plt Kepala Dinas KPTan, Endro Nor Susilo melalui Kabid Peternakan, Sugiyanto menyebut target pemberian vaksin mencegah PMK (penyakit virus menular akut yang menyerang hewan berkuku genap atau belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba) dalam setahun mencapai 11.000 dosis.
" Dimana untuk ruminansia atau hewan ternak besar dan kecil ukuran dosis yang diberikan berbeda. Untuk sapi 2 mili, dan untuk kambing 1 milli," ujarnya Senin (20/4).
Khusus untuk pemberian obat cacing akan diberikan 3 minggu sebelum hewan dipotong yakni di kisaran tanggal 3 sampai 5 Mei 2026 mendatang.
"Khusus persiapan Idul Adha kali ini siapkan sedikitnya 10 liter obat cacing khusus untuk jenis sapi, dan untuk peternak rakyat bukan untuk pengepul, " terangnya.
Pihaknya juga menyebut PMK sempat ditemukan pada 1 ekor sapi dan kini sudah dilakukan pengobatan dan di karantina.
"Tahun ini kita juga menerima sapi bantuan Presiden seberat 938 kilogram. Dan diharapkan pada saat hari H nanti beratnya bisa mencapai 1 ton. Sapi tersebut kini juga sudah divaksin PMK, dan sesuai rencana akan dikorbankan untuk masyarakat Desa Padasari yang sedang dalam pemulihan bencana," katanya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa PMK disebabkan oleh oleh Aphthovirus.
PMK ditandai demam tinggi, lepuh di mulut/lidah/kaki, liur berlebih, pincang, dan kematian pada hewan muda.
"Pemberian obat cacing dan vitamin bertujuan untuk memastikan ternak bebas cacing (terutama cacing hati) sehingga dagingnya aman dikonsumsi," pungkasnya.