Batang Siapkan Peta Investasi Digital, Tampilan Berbasis GIS

Kamis 16-04-2026,09:48 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Dengan teknologi ini, pengguna dapat mengakses informasi detail hanya dengan mengklik wilayah tertentu pada peta.

“Nanti cukup klik di peta, akan muncul informasi potensi wilayah itu, bisa untuk investasi apa, komoditasnya apa, dan kesesuaiannya dengan tata ruang,” jelasnya.

Ia menambahkan, peta tersebut rencananya akan diintegrasikan ke dalam website resmi pemerintah daerah agar mudah diakses oleh publik.

Selain itu, sistem juga akan disinkronkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga setiap peluang investasi tetap sesuai dengan peruntukan lahan.

Dalam tahap awal, penyusunan peta akan difokuskan pada pembangunan kerangka dasar atau “rumah besar” terlebih dahulu.

Pengisian data potensi investasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran dan ketersediaan data yang valid.

“Tidak mungkin langsung lengkap, ini akan kita isi bertahap seperti daerah lain yang juga butuh beberapa tahun,” ungkapnya.

Ke depan, peta tersebut juga akan dilengkapi dengan data proyek investasi siap ditawarkan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Beberapa sektor yang telah memiliki data IPRO antara lain peternakan sapi dan sejumlah peluang usaha lainnya yang siap ditawarkan kepada investor.

Selain itu, pemerintah juga berencana memasukkan potensi kawasan strategis seperti rencana Kawasan Industri Sicepit serta kawasan Pusat Kegiatan Kabupaten (PKK) di dalam wilayah KITB.

Tak hanya itu, sektor pariwisata dan perhotelan juga akan menjadi bagian dari data yang ditampilkan dalam peta investasi tersebut.

Margo menegaskan, pengembangan peta ini akan diarahkan hingga level detail, bahkan memungkinkan pemetaan hingga tingkat kecamatan maupun desa.

Dengan demikian, calon investor dapat memperoleh gambaran yang lebih spesifik terkait lokasi dan potensi yang tersedia.

“Iya, nanti kita usahakan bisa sampai detail per wilayah, bahkan sampai titik-titik tertentu sesuai perkembangan,” katanya.

Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat promosi investasi daerah sekaligus meningkatkan transparansi informasi bagi pelaku usaha.

Dengan sistem yang terintegrasi, investor tidak lagi harus mencari informasi secara terpisah karena semua data telah tersedia dalam satu platform.

Kategori :