“Biasanya dilakukan setiap April dan Oktober dengan sasaran anak usia sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6,” terangnya.
Menurutnya, usia sekolah dasar merupakan fase penting dalam pertumbuhan sehingga kesehatan harus dijaga secara optimal.
Ia menyebutkan, kecacingan dapat berdampak serius terhadap kondisi anak jika tidak dicegah sejak dini.
Gejala yang sering muncul antara lain anemia, tubuh lemas, perut buncit, hingga menurunnya nafsu makan.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar siswa di sekolah.
“Kalau anak sudah terkena, biasanya jadi kurang fokus dan malas belajar, itu yang ingin kita cegah,” tegasnya.
Untuk wilayah kerja Puskesmas Batang 2, program ini mencakup sekitar 17 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Jumlah sasaran mencapai lebih dari 3.000 siswa di berbagai wilayah. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus kecacingan yang signifikan di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah belum ada kasus menonjol, tapi pencegahan tetap harus dilakukan,” ujarnya.
Jika ditemukan indikasi kecacingan, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Langkah tersebut meliputi observasi gejala hingga pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.
Penanganan lanjutan juga dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Melalui kegiatan ini, kesadaran hidup bersih dan sehat diharapkan semakin tertanam sejak usia dini.
Program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan melalui kesehatan siswa yang optimal.