“Anak saya pernah hampir jatuh karena menghindari lubang. Kalau bisa ya segera diperbaiki, kasihan warga sini,” ujarnya.
BACA JUGA:Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengendara, Tim Klinik DPUPR Jepara Tangani Jalan Rusak
BACA JUGA:RTLH dan PJU, hingga Jalan Rusak Mencuat di Musrenbangcam Adiwerna Tegal
Keluhan warga ini juga dibenarkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKS, Sudirman. Ia mengaku kerap menerima aduan masyarakat terkait rusaknya jalan di Desa Prupuk Selatan.
“Memang betul, kondisi jalan di sana banyak yang rusak. Saya sering mendapat laporan dari warga. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.
Sudirman berharap Pemerintah Kabupaten Tegal segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan akan berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas ekonomi warga.
“Kalau jalannya bagus, distribusi hasil pertanian lancar, aktivitas warga juga lebih mudah. Ini bukan sekadar soal jalan, tapi soal kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Padahal, di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tegal diketahui telah meningkatkan alokasi belanja infrastruktur melalui kebijakan APBD. Namun, masyarakat masih merasakan belum meratanya pembangunan, terutama di wilayah pinggiran seperti Prupuk Selatan.
Keluhan terkait jalan rusak sendiri bukan hanya datang dari satu wilayah. Banyak warga di berbagai daerah di Kabupaten Tegal menyuarakan hal serupa, baik melalui media sosial maupun kanal pengaduan resmi.
BACA JUGA:Infrastruktur Semarang 2025 Dikebut, Serapan Anggaran 81% Fokus Atasi Banjir dan Jalan Rusak
BACA JUGA:Protes Dengan Santun, Warga Miri Gelar Doa di Atas Jalan Rusak
Bupati Tegal bahkan telah menggulirkan program “Sah Lapor Sah Alus”, yakni layanan cepat tanggap perbaikan jalan. Program ini menjanjikan, setiap laporan jalan rusak yang masuk akan segera ditindaklanjuti, bahkan ditargetkan bisa diperbaiki dalam waktu singkat, khususnya untuk kerusakan ringan seperti jalan berlubang.
Namun bagi warga Prupuk Selatan, janji itu masih terasa jauh dari kenyataan.
“Programnya bagus, tapi kami di sini belum merasakan. Jalan masih tetap rusak. Harapan kami sederhana, jangan sampai wilayah perbatasan terus dilupakan,” sambung Suroto. (ADV)