GROBOGAN, diswayjateng.com - Pesantren bisa menjadi benteng moral yang mampu menjaga arah politik agar tak sekadar menjadi ajang perebutan kekuasaan. Kolaborasi antara nilai-nilai pesantren dengan dunia politik adalah kunci untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang lebih bermartabat.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Grobogan, Mansata Indah Maratona, dalam kegiatan Pendidikan Politik ”Puasa dan Etika Kekuasaan: Membangun Politik yang Bersih dan Bermartabat” yang digelar oleh DPC PKB Grobogan di Pesantren Assalam Kradenan, Senin (16/3/2026).
”Kolaborasi antara keduanya sangat penting untuk mewujudkan peradaban berlandaskan kemaslahatan umat,” tegasnya.
Menurut Mansata, pesantren punya peran yang besar dalam membangun karakter pemimpin amanah dan beretika. Termasuk juga memiliki peran krusial sebagai pusat penempaan karakter yang mampu membangun sebuah peradaban.
"Lewat kegiatan ini kami harap muncul kesadaran kolektif, bahwa politik yang bersih dimulai dari karakter individu kuat yang selama ini dipupuk di dalam ekosistem pesantren,” sebutnya.
Mansata menyampaikan, Ramadhan bisa menjadi momentum tepat untuk mengevaluasi praktik politik agar tetap jujur dan bertanggungjawab. Sekaligus menyadari bahwa jabatan itu bersifat sementara dan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan bersifat kekal. Juga memastikan politik digunakan sebagai alat pengabdian dan memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
"Etika kekuasaan amat selaras dengan filosofi puasa, yaitu pengendalian diri," tegasnya.
Lebih lanjut, Mansata menambahkan, dengan menempatkan pesantren sebagai pusat pendidikan moral, maka Pemerintah Grobogan diharapkan bisa mencetak kader-kader bangsa yang memiliki akhlak mulia hingga menjadi fondasi bagi peradaban.