Longsor Melanda Bumijawa Tegal, Dua Rumah Ambruk

Selasa 31-03-2026,15:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.com – Hening malam di lereng Bumijawa mendadak berubah mencekam. Tanah yang selama ini menjadi pijakan hidup, tiba-tiba runtuh tanpa aba-aba. Dalam hitungan detik, dua rumah warga di Desa Bumijawa, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, roboh diterjang longsor, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, duka tetap terasa. Dua keluarga harus kehilangan tempat berteduh, sementara kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menjelaskan longsor terjadi di dua titik berbeda, yakni Dukuh Keseren RT 04 RW 04 dan Dukuh Germadang RT 03 RW 07.

“Di Dukuh Keseren, longsor menyebabkan dinding rumah milik Ali Gufron (46) roboh. Sementara di Dukuh Germadang, rumah milik Rustam (83) bahkan ambruk total hingga rata dengan tanah,” kata Iman Sisworo, Selasa (31/3/2026).

Peristiwa yang terjadi hampir bersamaan itu membuat warga sekitar panik. Suara gemuruh tanah runtuh di tengah malam menjadi alarm yang memaksa warga keluar rumah menyelamatkan diri.

Ali Gufron, salah satu korban, mengaku saat kejadian dirinya hanya bisa pasrah melihat bagian rumahnya runtuh.

“Saya kaget sekali, tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang. Pas saya keluar, dinding rumah sudah roboh. Rasanya seperti mimpi buruk,” tuturnya.

Kerugian yang dialami Ali ditaksir sekitar Rp10 juta. Meski rumahnya tidak sepenuhnya hancur, ia tetap harus melakukan perbaikan besar agar bisa kembali ditempati.

Sementara itu, nasib lebih berat dialami Rustam. Di usianya yang sudah senja, ia harus menerima kenyataan pahit rumah yang selama ini ditempatinya luluh lantak.

“Semua habis, rata dengan tanah. Saya tidak menyangka di usia seperti ini harus mulai dari nol lagi,” tuturnya lirih.

Rustam kini terpaksa mengungsi di rumah kerabat. Kerugian yang dialaminya diperkirakan lebih dari Rp20 juta. Namun di tengah keterpurukan itu, secercah harapan masih menyala lewat kepedulian warga sekitar.

Secara gotong royong, masyarakat setempat mulai membangun kembali rumah Rustam. Bantuan tenaga mengalir tanpa diminta, menjadi bukti kuatnya solidaritas di tengah bencana.

“Kami tidak akan membiarkan Pak Rustam sendirian. Ini sudah jadi tanggung jawab bersama,” kata salah satu warga yang ikut membantu pembangunan.

Untuk meringankan beban korban, PMI Kabupaten Tegal turut menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1 juta untuk masing-masing keluarga terdampak, serta paket sembako.

Kategori :