Ancaman TBC Mengintai Warga Jepara, Ratusan Kader Kesehatan Dikerahkan Deteksi Dini
Kader kesehatan berperan deteksi dini gejala penderita TBC. --
KUDUS, diswayjateng.id- Tingginya angka penderita TBC di Kabupaten Jepara mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan kabupaten setempat. Kondisi ini disinyalir akibat warga banyak tidak mengetahui gejala penyakit menular itu.
Selain itu, kurangnya kader kesehatan yang memantau penderita TBC untuk minum obat. Faktor lainnya, kondisi lingkungan warga yang kurang layak, sehingga mempercepat penularan penyakit paru paru ini.
Merespon kondisi itu, Dinas Kesehatan Jepara dan tim Penggerak PKK merekrut ratusan kader kesehatan. Mereka siap bertugas di masing desa dan kelurahan di wilayah Bumi Kartini. 
Pengukuhan kader kesehatan sebagai garda depan pendampingan di masyarakat. --
Ratusan kader PKK desa dan kelurahan itu, disiapkan menjadi garda terdepan pendeteksi TBC di lingkungan warga. Mereka diberi pembekalan mengenali gejala, hingga mendampingi pasien agar tidak putus berobat.
Pembekalan dilakukan melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TBC di Pendopo Kartini Jepara. Kegiatan digelar Tim Penggerak PKK Jepara melalui Pokja IV.
Peserta mendapatkan materi mengenai gejala TBC dan pola penularan. Serta pentingnya pengobatan hingga tuntas. Kader juga didorong aktif melakukan edukasi dan deteksi dini di lingkungan masing-masing.
"TBC masih menjadi perhatian dalam upaya kesehatan masyarakat," ujar Ketua I TP PKK Jepara, Syahnez Danniar Yusuf atau Inez Hajar.
Karena itu, kata Inez, kader kesehatan berperan penting membantu pencegahan penularan di lingkungan warga.
“TBC bisa disembuhkan, jika pasien disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas,” ucap Inez pada Minggu (17/5/2026).
Menurut Inez, pasien TBC harus minum obat secara teratur selama enam hingga delapan bulan. Dalam proses tersebut, kader diharapkan menjadi pendamping, sekaligus penyemangat agar pasien tidak putus berobat.
Inez Hajar juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma kepada penderita TBC. Sebab keterbukaan dan deteksi dini, menjadi langkah penting untuk membantu memutus rantai penularan.
“TBC bukan hanya soal medis, tetapi juga kemanusiaan. Jangan ada lagi stigma atau rasa malu terhadap penderita,” kata dia.
Sementara itu, Agus Carda mewakili Dinas Kesehatan Jepara menambahkan, pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada 2030.
"Upaya itu dilakukan melalui peningkatan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan pasien, " terang Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








