GROBOGAN, diswayjateng.com - Seorang lansia tewas dan lima korban lainnya terluka parah, dalam peristiwa pembacokan yang menggegerkan masyarakat Kabupaten Grobogan. Kejadian brutal ini dilakukan seorang laku laki yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Lokasinya berada di Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan Grobogan pada Minggu (29/3/2026).
Mbah Abu (71) lansia perempuan ini, terluka bacokan di kepala bagian belakang dan telinganya, usai menjadi korban kebrutalan pelaku bernama Supriyanto (32). Korban meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Peristiwa yang menggegerkan warga Dusun Gundi RT 1 RW 4 Desa Sengonwetan ini, berawal dari aksi brutal seorang pemuda bernama Priyanto di Desa Sengon Wetan, Kecamatan Kradenan Grobogan.
Pelaku yang diduga ODGJ tiba-tiba mengamuk dan membawa parang, pada Minggu (29/3/2026). Peristiwa itu pun sempat terekam CCTV milik warga.
Pelaku mengamuk dan mengacungkan parang terhadap tetangganya, yang ditemui di sepanjang jalan. Tak hanya itu, pelaku pun masuk ke dalam rumah warga lainnya.
Sabetan parang pelaku mengakibatkan delapan warga menjadi korban. Kemudian salah seorang korbannya juga dinyatakan meninggal dunia.
Aksi itu bermula saat pelaku mendobrak pintu rumah milik Mbah Abu (71). Kejadian itu membuat korrban dan keluarganya yang berada dalam rumah kaget.
Mereka pun berusaha lari menyelamatkan diri, usai melihat pelaku mengamuk dengan membawa parang. Pelaku menendang pintu hingga berhasil masuk rumah.
Seperti dirasuki setan, pelaku mengejar sejumlah penghuni rumah. Pelaku kalap dan mengayunkan parang ke arah korbannya.
Sabetan parang pelaku sempat melukai Mbah Abu. Puas mengamuk dalam rumah tersebut, pelaku keluar rumah dan melanjutkan aksinya di jalanan dukuh setempat.
Melihat anaknya mengamuk, Suroto yang juga ayah pelaku sempat berusaha melumpuhkannya. Dengan sebilah bambu, Suroto memukulkan ke arah tangan anaknya yang menggenggam parang.
Suroto dengan cepat memeluk erat tubuh anaknya. Karena kekuatannya tak sebanding, upaya itu gagal menghentikan amukan pelaku.
Apesnya lagi, Suroto justru terkena sabetan parang. Korban mengalami luka bacok di punggung, pundak dan pinggulnya.
Aksi pelaku semakin brutal dan menyerang sejumlah warga yang ditemuinya di jalanan. Kondisi itu membuat ketakutan warga dan berupa kabur menyelamatkan diri.