BOYOLALI, diswayjateng.com - Volume lalu lintas (Lalin) kendaraan melintas di Gerbang Tol (GT) Ngemplak mengalami peningkatan sejumlah 59.301 kendaraan.
Atau, mengalami kenaikan sebesar 33,5% dengan rata-rata 3.706 kendaraan per hari.
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Mery Natacha Panjaitan, mengatakan, secara keseluruhan jumlah kendaraan melintas di GT yang dikelola PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mencapai 1.077.335 kendaraan.
"Atau, mengalami peningkatan rata-rata 67.333 kendaraan per hari.m hingga H+5 Idulfitri 1447H/2026," kata Mery Natacha Panjaitan, Jum'at 27 Maret 2026.
BACA JUGA: Lonjakan Arus Menuju Jakarta Capai 186,61%, Lalu Lintas di GT Kalikangkung Meningkat Signifikan
BACA JUGA: Hindari Tabrakan, Truk Terguling di Pantura Batang dan Timpa Pengendara Motor
JSN mencatat, peningkatan volume lalu lintas masing-masing GT pada periode H-10 hingga H+5 Idul Fitri 1447 H (11 Maret – 26 Maret 2026) baik yang masuk maupun keluar melalui GT jika dibandingkan dengan periode normal yakni GT Bandara Adi Soemarmo mengalami peningkatan sejumlah 24.096 kendaraan, atau naik sebesar 40,4% atau rata-rata 1.506 kendaraan per hari.
"Sehingga, selama periode arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447H/2026 mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Tol Solo - Ngawi," ujarnya.
Adapun, tujuh GT dikelola PT JSN adalah GT Bandara Adi Soemarmo, GT Ngemplak, GT Gondangrejo, GT Karanganyar, GT Sragen, GT Sragen Timur, dan GT Ngawi.
Peningkatan volume Lalin ini, diakui Mery, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Baik untuk keperluan mudik maupun arus balik, dengan dominasi kendaraan pribadi.
BACA JUGA: Evakuasi Bus Terperosok di Tol Pejagan–Pemalang, Kapolres Tegal Turun Langsung ke Lokasi
BACA JUGA: Arus Balik Mengalir, Jalur Tengah Tegal–Purwokerto Ramai Terkendali
Secara keseluruhan, peningkatan kendaraan di tujuh GT dikelola JSN adalah :
Di GT Ngemplak mengalami peningkatan sejumlah 59.301 kendaraan, naik sebesar 33,5% atau rata-rata 3.706 kendaraan per hari. Begitu juga di GT Gondangrejo mengalami peningkatan sejumlah 38.067 kendaraan, naik sebesar 40,9% atau rata-rata 2.379 kendaraan per hari.
Selanjutnya, diGT Karanganyar mengalami peningkatan sejumlah 72.155 kendaraan, naik sebesar 47,1% atau rata-rata 4.510 kendaraan per hari.
Sedangkan, di GT Sragen mengalami peningkatan sejumlah 53.237 kendaraan, naik sebesar 58,9% atau rata-rata 3.327 kendaraan per hari.
BACA JUGA: Lonjakan Wisatawan Candi Borobudur Saat Lebaran 2026 Tembus 65 Ribu Pengunjung
BACA JUGA: Scoopy Plat K Rem Blong di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti, 1 Keluarga Asal Semarang Terperosok ke Kebun Warga
Peningkatan juga terjadi di GT Sragen Timur. Di mana, peningkatan mencapai 37.431 kendaraan, atau naik sebesar 79,0% atau rata-rata 2.339 kendaraan per hari.
Dan terakhir, di GT Ngawi mengalami peningkatan sejumlah 85.287 kendaraan, naik sebesar 97,6% atau rata-rata 5.330 kendaraan per hari.
"Keberadaan tujuh GT di Ruas Solo - Ngawi memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendorong konektivitas antarwilayah, termasuk kawasan destinasi unggulan," terang dia.
BACA JUGA: UPS Tegal Perkuat Ukhuwah dan Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat
BACA JUGA: One Way Lokal KM 425 Hingga KM 422 Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C
Lebih jauh Mery memaparkan, sejauh ini keberadaan ruas tol Solo - Ngawi juga berkontribusi dalam membuka akses menuju berbagai destinasi pariwisata unggulan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Sehingga, GT tidak hanya berfungsi sebagai akses keluar-masuk kendaraan, tetapi juga menjadi titik krusial dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik khususnya pada momen dengan tingkat pergerakan tinggi seperti Lebaran.