Banjir Tembalang Semarang Meluas Usai Hujan Ekstrem, Tanggul Kali Babon Diperkuat

Jumat 27-03-2026,06:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Laela Nurchayati

SEMARANG, Diswayjateng.com - Banjir kembali dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari.

Sejumlah kawasan seperti Rowosari, Meteseh, Sumberejo, hingga Dinar Indah disebut terdampak genangan air akibat peningkatan debit sungai.

Kondisi tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran sungai meluap, terutama di daerah yang selama ini dikenal rawan banjir.

Wilayah permukiman dan perumahan baru menjadi titik yang paling terdampak karena sistem drainase yang belum optimal.

Langkah tanggap darurat langsung dilakukan dengan memperkuat tanggul di sepanjang Kali Babon guna mencegah luapan air susulan. Selain itu, pengaturan aliran air juga dilakukan melalui koordinasi lintas instansi untuk menekan debit di wilayah hulu.

Pada saat yang sama, bukaan pintu air di Bendung Pucanggading diarahkan ke Banjir Kanal Timur sehingga tekanan air di kawasan atas dapat dikurangi. Upaya tersebut dinilai efektif dalam menekan ketinggian genangan dibandingkan kejadian sebelumnya.

Penguatan tanggul darurat dilakukan dengan pemasangan sandbag dan kisdam di sejumlah titik kritis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi cepat mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, pembersihan lumpur dan sisa material banjir juga dilakukan di kawasan terdampak untuk mempercepat pemulihan lingkungan warga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa langkah cepat telah dilakukan melalui koordinasi teknis guna mengendalikan situasi banjir yang terjadi.

“Pada saat debit Kali Plumbon meningkat tadi malam, kami langsung berkoordinasi dengan BBWS terkait pengaturan pintu air di Bendung Pucanggading. Bukaan pintu diarahkan ke Banjir Kanal Timur sehingga elevasi air di hulu bisa ditekan,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan permanen belum dapat dilakukan di sejumlah perumahan baru karena statusnya masih menjadi tanggung jawab pengembang.

Peristiwa banjir ini disebut memperkuat catatan bahwa curah hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Mangkang dan Tlogosari akibat kombinasi hujan tinggi dan kerusakan infrastruktur.

Oleh karena itu, penguatan sistem pengendalian banjir terus didorong melalui perbaikan tanggul, pengelolaan pintu air, serta percepatan pemenuhan infrastruktur dasar oleh pengembang.

Pemantauan terhadap kondisi cuaca dan debit air kini terus dilakukan secara intensif. Personel juga disiagakan di titik-titik rawan guna memastikan respons cepat dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Dengan langkah penanganan yang dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir, dampak banjir diharapkan dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Kategori :