SLAWI, diswayjateng.com - Memasuki arus balik Lebaran 2026, jalur Tol Trans Jawa masih menjadi pilihan utama para pemudik dari Yogyakarta menuju Tegal. Selain dinilai lebih cepat dan nyaman, jalur bebas hambatan ini juga menawarkan efisiensi waktu yang sulit ditandingi jalur arteri.
Namun di balik kemudahan itu, pemudik tetap dituntut cermat dalam merencanakan perjalanan agar tidak terjebak kepadatan yang kerap memuncak di hari-hari tertentu.
Perjalanan dari Yogyakarta ke Tegal kini semakin praktis dengan tersambungnya ruas tol utama di Jawa Tengah. Berdasarkan estimasi tarif terbaru, kendaraan golongan I (mobil pribadi) perlu menyiapkan biaya sekitar Rp320 ribu hingga Rp340 ribu untuk sekali perjalanan.
Rinciannya, Tol Jogja–Solo sekitar Rp42.500, Tol Solo–Semarang Rp92.500, serta Tol Semarang–Batang–Pemalang–Tegal sekitar Rp189.000. Besaran ini bisa berubah tergantung titik masuk-keluar serta kebijakan diskon yang biasanya diberlakukan saat momen Lebaran.
Selain itu, akses awal dari wilayah Yogyakarta melalui gerbang tol seperti Prambanan berkisar Rp15.000. Karena itu, pemudik disarankan menyiapkan saldo e-toll minimal Rp400 ribu agar perjalanan tidak terganggu saat transaksi di gerbang tol.
Salah satu pemudik, Arif (34), warga Sleman yang hendak kembali ke Tegal, mengaku memilih jalur tol karena lebih praktis meski harus merogoh kocek lebih dalam.
“Kalau lewat tol memang lebih mahal, tapi waktunya jauh lebih singkat. Yang penting kita siapin saldo dan tahu kapan waktu berangkat biar nggak kena macet,” kata Arif, Kamis (26/3/2026).
Hal senada disampaikan Siti (29), pemudik asal Bantul. Ia memilih berangkat dini hari untuk menghindari kepadatan.
“Saya sengaja berangkat jam 2 pagi. Lebih lancar dan nggak terlalu capek. Kalau siang biasanya mulai padat, apalagi mendekati Semarang,” ujarnya.
Memasuki puncak arus balik, kepadatan diprediksi terjadi pada H+3 hingga H+6 Lebaran. Titik rawan macet umumnya berada di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, ruas Semarang–Batang, hingga sekitar exit tol Pejagan sampai Tegal.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemudik disarankan menghindari jam-jam puncak, yakni pagi hingga siang hari. Waktu terbaik untuk melintas adalah dini hari pukul 00.00–05.00 WIB atau siang setelah pukul 13.00 WIB. Selain itu, penggunaan rest area juga perlu disiasati agar tidak terjebak antrean panjang di lokasi favorit.
Pemudik juga diminta aktif memantau rekayasa lalu lintas seperti sistem one way atau contraflow yang kerap diberlakukan saat lonjakan kendaraan. Jika kepadatan tak terhindarkan, alternatif keluar di exit tol Pemalang dan melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri menuju Tegal bisa menjadi solusi.
Tak kalah penting, kondisi kendaraan harus dipastikan prima sebelum berangkat. Mulai dari tekanan ban, bahan bakar, hingga sistem pengereman dan mesin harus dalam kondisi optimal demi keselamatan perjalanan.
Dengan tarif yang relatif terjangkau dan waktu tempuh yang lebih singkat, Tol Trans Jawa tetap menjadi pilihan paling efisien bagi pemudik. Namun tanpa persiapan yang matang, perjalanan justru bisa berubah menjadi melelahkan. Perencanaan waktu, kesiapan biaya, dan kondisi kendaraan menjadi kunci agar arus balik tetap aman, nyaman, dan lancar.