Tiga Polres Ikuti Penelitian Penanganan Tipidkor dan Program MBG

Rabu 04-03-2026,08:00 WIB
Reporter : Erna Yunus Basri
Editor : Laela Nurchayati

UNGARAN, diswayjateng.com - Tiga Polres di wilayah Selatan mengikuti penelitian Penanganan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa 3 Februari 2026. 

Ketiga Polres itu masing-masing, Polres Boyolali, Polres Salatiga dan Polres Semarang selaku tuan rumah. Ada pun narasumber menghadirkan Puslitbang Polri.

Hadir dalam kesempatan itu Kapolres Salatiga AKBP Ade Pada Rihi dan Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ayni, bersama para pejabat utama dan penyidik dari masing-masing satuan wilayah.

Penelitian Penanganan Tipidkor dan Program MBG oleh Puslitbang Polri sebagai upaya penguatan kinerja penegakan hukum dan optimalisasi program pelayanan masyarakat.

BACA JUGA: Ditangkap Saat Memproduksi, 4 Warga Bandung Ditetapkan Tersangka Pengedar Upal Jaringan Provinsi

BACA JUGA: OTT KPK, Kapolres Pekalongan Kota Ungkap Pemeriksaan Pejabat Pemkab di Kantornya

Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri Kombes Pol. Andreas Widihandoko, SH., MH., menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran komprehensif. 

"Baik mengenai capaian kinerja, kendala, serta strategi peningkatan penanganan Tipidkor dan implementasi program MBG di wilayah Polda Jawa Tengah," ungkap Kombes Pol. Andreas Widihandoko. 

Pihaknya ingin mengedepankan pendekatan ilmiah dan berbasis data. Dimana, hasil penelitian ini nantinya akan menjadi rekomendasi kebijakan. 

"Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta tata kelola program di lingkungan Polri," jelasnya.

BACA JUGA: Gagal Menyalip, Warga Magelang Tewas Dihantam Truk Trailer di Jalur Nasional

BACA JUGA: Nenek 63 Tahun Ditangkap di Pasar Bawang, Polres Batang Sita 11 Lembar Uang Palsu

Andreas menerangkan, penelitian dilaksanakan mencakup dua fokus utama, yakni penelitian Tipidkor serta penelitian program MBG di lingkungan Polri.

Pada sesi penelitian Tipidkor, tim peneliti melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi terpumpun dengan internal Polri, yang diikuti Kapolres atau Wakapolres, Kabag SDM, Kabagren, Kabaglog, Kasat Reskrimum, Kanit Tipidkor, Kaurbinops, serta para penyidik Tipidkor Satreskrimum dari tiga Polres.

Selain FGD, dilakukan pula pengumpulan data terkait jumlah Crime Total (CT) dan Crime Clearance (CC) kasus Tipidkor tahun 2023 hingga 2025, serta data jumlah kerugian keuangan negara dari perkara Tipidkor yang telah dinyatakan P-21 dalam kurun waktu yang sama. 

Data tersebut menjadi bahan analisis untuk mengukur efektivitas penanganan perkara serta kontribusi Polri dalam penyelamatan keuangan negara.

BACA JUGA: Insiden Tawuran Antar Penonton Pecah di Jepara, Dipicu Ejekan saat Tongtek Jelang Sahur

BACA JUGA: Gangster Tongker Kudus Ditumpas, 21 Remaja Tak Takut Sabetan Sajam Diringkus Polisi

Sementara itu, dalam penelitian MBG, tim Puslitbang melakukan FGD bersama Kapolres dan Wakapolres terkait pelaksanaan serta tata kelola program. 

Pengumpulan data juga dilakukan terhadap SPPG di bawah naungan Polri, meliputi nomor dan satwil yang menaungi, lokasi, tanggal operasional, jumlah porsi yang disiapkan, jumlah sekolah penerima manfaat, hingga keterangan pendukung lainnya. 

Kegiatan dilanjutkan dengan observasi langsung ke lokasi SPPG Polri milik Polres di Ds. Keji Kec. Ungaran Barat, guna memastikan kesesuaian antara data administratif dan implementasi di lapangan.

Sementara, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Semarang sebagai tuan rumah pelaksanaan penelitian gabungan tersebut. 

Ia menegaskan bahwa penelitian ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

"Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini sebagai bagian dari proses penguatan institusi. Evaluasi berbasis data sangat penting untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara Tipidkor serta memastikan program pelayanan masyarakat berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel," tutur Kapolres. 

Kegiatan ini, diharapkan Kapolres, mampu diaplikasikan di lapangan, sehingga dapat meningkatkan mutu penyelidikan Tipidkor dan SPPG dapat dirasakan oleh masyarakat. 


Kategori :