JEPARA, diswayjateng.id - Penonton tongtek sahur di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ricuh. Diduga penyebabnya karena saling ejek.
Kabar kericuhan saat tongtek itu ramai di media sosial. Kejadian itu diposting oleh sejumlah akun sosial media Jepara.
Pada video tersebut tampak sejumlah remaja terlibat saling dorong dan saling pukul. Pada tayangan video juga memperlihatkan lokasi kejadian berada di sekitar Yayasan Pendidikan Islam Sabilul Ulum, Mayong, Jepara.
Video tersebut juga memberikan narasi bertuliskan "Habis Tongtek Terbitlah Tawuran, Sejumlah Pemuda di Mayong Terlibat Baku Hantam".
Kasi Humas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna membenarkan adanya kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3) pukul 03.00 WIB di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
"Terjadi perselisihan saling ejek antar penonton tongtek. Sehingga terjadi aksi saling dorong dan keributan di lokasi," katanya saat dihubungi Selasa (2/3/2026).
Beberapa warga ada yang melaporkan kericuhan tersebut ke Polsek Mayong. Setelah disambangi anggota Polsek Mayong, para remaja yang terlibat aksi tersebut sudah tidak berada di lokasi.
"Pihak yang berselisih sudah pada bubar. Tidak ada yang kami amankan atas kejadian tersebut. Terkait korban nihil," terangnya.
Aparat polisi mengumpulkan remaja dan tokoh masyarakat Mayong untuk meredam suasana. --
Polsek Mayong beserta instansi terkait menggelar rapat untuk melakukan evaluasi atas kejadian ricuh saat tongtek sahur. Hasilnya, untuk sementara waktu tidak diperbolehkan menggelar tongtek sahur.
"Hasil dari evaluasi tidak memperbolehkan kegiatan tongtek keliling saat sahur di area Kecamatan Mayong," ujarnya.
Penyekatan untuk tongtek sahur di area Desa Mayong Lor juga dilakukan. Artinya tidak diperbolehkan adanya tongtek sahur dari luar Desa Mayong Lor masuk ke area Desa Mayong Lor.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang mengganggu masyarakat di bulan Ramadan," imbuhnya.