17,7 Juta Pemudik Masuk Jateng, 69 Titik Rawan Macet dan Bencana Lebaran 2026

Minggu 01-03-2026,20:00 WIB
Reporter : Umar Dani
Editor : Wawan Setiawan

SEMARANG, diswayjateng.com – Arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dibayangi potensi kemacetan dan bencana hidrometeorologi. 

Sebanyak 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana telah dipetakan di jalur nasional. Sementara itu, 17,7 juta orang diproyeksikan masuk ke Jawa Tengah selama periode mudik dan arus balik.

Data tersebut dirilis Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) menjelang puncak pergerakan kendaraan. 

Pemetaan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus sekaligus potensi gangguan akibat cuaca ekstrem yang belakangan memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menyampaikan titik rawan kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan.

 Lokasi tersebut didominasi kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan disiapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujar Iqbal saat memberikan keterangan kesiapan jalur Lebaran 2026 di Kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota.

Kepadatan diprediksi meningkat signifikan pada H-3 hingga H+3 Lebaran.

Selain kemacetan, BBPJN mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Titik rawan banjir berada di antaranya di Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung perbatasan Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta sejumlah ruas di Kendal jalur Pantura.

Potensi genangan juga terdeteksi di Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Tegal/ Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang– Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen. 

Sebagian besar berada di dataran rendah dengan riwayat banjir akibat hujan berintensitas tinggi maupun rob.

Sementara itu, titik rawan longsor banyak terdapat di jalur selatan dan wilayah perbukitan, seperti Batas Jawa Barat– Karangpucung–Wangon, 

Ajibarang/Wangon, Wangon–Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo. 

Kategori :