Hari Peduli Sampah Nasional, Ratusan Warga Semarang Bersihkan Kali Tawang Mas

Rabu 25-02-2026,07:00 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Laela Nurchayati

Semarang, Diswayjateng.com - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari kembali menjadi momentum refleksi atas pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Peringatan ini tak lepas dari tragedi runtuhnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TPA Leuwigajah di Jawa Barat dua dekade silam, yang menjadi salah satu bencana lingkungan terbesar akibat kelalaian tata kelola sampah.

Sebagai tindak lanjut peringatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar aksi bersih sampah serentak pada 24 Februari 2026 di 17 kabupaten/kota. Di Kota Semarang, kegiatan dipusatkan di kawasan Kali Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan terpadu yang diinisiasi pemerintah provinsi dan dilaksanakan serempak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Bersih-bersih hari ini mengikuti kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur secara serentak. Untuk Kota Semarang, jadwalnya di Tawang Mas. Sekalian kita buka tempat untuk Zoom Meeting di sini,” ujar Agustina di sela kegiatan, Selasa 24 Februari 2026.

Menurut Agustina, aksi bersih sungai telah beberapa kali digelar sebelumnya. Bahkan, kegiatan serupa sudah dilakukan hingga lima kali, dengan fokus utama pada Kali Semarang.

“Sudah yang kelima. Tiga kali kita serius di Kali Semarang. Mudah-mudahan yang di sini juga tidak kembali penuh endapan. Penyakit sungai di Kota Semarang itu endapannya banyak, ditambah sampah dari hulu maupun dari kanan kiri,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembersihan ini bertujuan mengurangi endapan dan tumpukan sampah agar tidak menghambat aliran air saat curah hujan tinggi. Belajar dari pengalaman sebelumnya, sampah yang menyangkut di sungai kerap memicu genangan hingga banjir.

“Hari ini kita upayakan mengurangi lendut dan sampah supaya kalau banjir tidak seperti kemarin, sampahnya mampir dan menghambat jalur,” katanya.

Aksi bersih sungai ini juga menindaklanjuti arahan pemerintah pusat agar kegiatan pembersihan dilakukan minimal dua kali dalam sepekan. Namun di tingkat kelurahan, kegiatan serupa disebut sudah menjadi rutinitas.

“Sebenarnya teman-teman di kelurahan sudah terbiasa. Setiap minggu bisa tiga kali membersihkan jalan, saluran, maupun sungai. Sekarang pemantauannya kita tingkatkan dengan eskalasi lebih besar,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat pun dinilai meningkat. Agustina menyebut jumlah relawan yang terlibat kali ini lebih banyak dibandingkan kegiatan sebelumnya di Sungai Jaten maupun Kali Semarang.

“Saya meyakini gerakan masyarakat sekarang semakin antusias. Hari ini jumlahnya jauh lebih banyak dibanding Sabtu lalu di Sungai Jaten,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkot Semarang masih akan memprioritaskan pembersihan di kawasan tersebut hingga dinyatakan tuntas, sebelum berpindah ke sungai-sungai lain di wilayah Semarang Timur dan Pedurungan.

Selain mengangkat sampah dan mengeruk endapan, kegiatan juga disertai penanaman pohon di sejumlah titik bantaran sungai yang memungkinkan untuk penghijauan.

Kategori :