Demak, diswayjateng.com - Kabupaten Demak memiliki minuman tradisional khas yang nikmat dan sudah menjadi sajian sejak zaman Kerajaan Demak berdiri. Jamu Coro, begitu nama minuman yang masih eksis sebagai menu berbuka puasa.
Di bulan ramadhan lapak jamu coro merupakan salah satu yang terlaris di Pasar Krempyeng jalan Bayangkara, tempat berbagai macam takjil dan minuman dijajakan.
Jamu Coro sendiri dijajakan di gerobak yang berdiri sudah bertahun-tahun di jembatan jalan Bayangkara Demak, dengan harga kisarab Rp. 3 ribu hingga Rp. 4 ribu rupiah perporsi.
Jamu Coro memiliki rasa yang khas. Perpaduan manis dan rempah, karena memiliki kandungan jahe dan merica. Sangat cocok sebagai menu berbuka puasa dan dinikmari di saat dingin.
Selain itu Jamu Coro cukup mengenyangkan dan msmpu menambah stamina, terlebih setelah seharian berpuasa.
Penjual Jamu Coro, Latif, menyampaikan bahwa usaha sajian rempah tersebut sudah dijalani keluarganya secara turun temurun. Sudah generasi ke tiga usaha tersebut dijalani keluarganya
Dalam sehari, sejak pukul 14.30 WIB hingga maghrib, ratusan porsi Jamu Coro laris terjual. Latif mengaku sudah memilki pelanggan tetap yang mana tidak hanya individu tapi juga instansi.
"Ya, Alhamdulilah setiap hari selalu laris. Kami sudah memiliki pelanggan tetap sehingga kalo kami pindah atau tidak jualan pasti di cari," ucapnya.
"Pelanggannya banyak yang perorangan tapi juga banyak instansi atau kantor-kantor. Bahkan ada yang sampai ke luar kota," pungkasnya.
Tetap eksisnya Jamu Coro di masa modern, menjadi bukti bahwa sajian tradisional sampai kapanpun memiliki tempat di hati masyarakat yang wajib untuk dilestarikan.