SLAWI, diswayjateng.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak siang hingga dini hari Rabu (11/2) menyebabkan peningkatan debit Sungai Gung dan Sungai Kumisik. Hal ini menjadi pemicu banjir di Kecamatan Adiwerna dan Margasari serta ambruknya Jembatan Lama Ekoproyo di Kecamatan Talang, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Plt Kalak BPBD, M. Afifudin menegaskan kondisi saat ini air telah surut dan penanganan difokuskan pada pembersihan lumpur, pendataan kerugian. Serta pemantauan debit sungai dan pengamanan lokasi jembatan untuk mengantisipasi potensi kejadian susulan.
"Banjir dan kerusakan infrastruktur terjadi di Desa Desa Tembokluwung, Kecamatan Adiwerna, Desa Pakulaut dan Desa Dukuhtengah, Kecamatan Margasari, dan Desa Pesayangan, Kecamatan Talang," ujarnya Rabu (11/2).
Afif menyebut hujan lebat sejak pukul 15.30 WIB, memicu banjir| mulai pukul 18.30 hingga 20.30 WIB dan berangsur surut pada pukul 21.15 WIB hingga 21.30 WIB.
"Air banjir di seluruh lokasi terdampak telah surut. Saat ini dilakukan pembersihan lumpur di rumah warga dan jalan desa. Jembatan Lama Ekoproyo di Desa Pesayangan ambruk akibat peningkatan debit Sungai Gung dan saat ini tidak dapat dilalui," terangnya.
Pemantauan kondisi sungai serta lokasi jembatan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kejadian susulan.
Pihaknya juga merinci dampak kejadian di Desa Tembok Luwung Kecamatan Adiwerna, dilokasi RT 02 dan RT 06 RW 01, terdampak 11 KK / 38 jiwa, tinggi muka air : 20 – 100 cm dengan lama genangan 1 jam. Di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Margasari lokasi : RT 01 dan RT 02 RW 04, rumah terdampak 26 unit yang dihuni 35 KK / 79 jiwa dan evakuai 10 rumah di SDN Dukuhtengah 01.
"Untuk Desa Pakulaut Kecamatan Margasari, lokasi genangan terjadi di RW 06 RT 04 dan RT 06, dengan warga terdampak 90 KK / 295 jiwa dengan ketinggian air mencapai 120 cm. Dan untuk Desa Pesayangan, Kecamatan Talang ambruknya jembatan lama ekoproyo dipicu eningkatan debit Sungai Gung dan berdampak jembatan tersebut saat ini tidak dapat dilalui," ungkapnya.
Selain asesement dan pendataan lapangan, BPBD juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, membantu penyeberangan warga dengan perahu, pembersihan lumpur di rumah warga dan jalan desa hingga pengamaman lokasi jembatan ambruk.