Intensitas Hujan Tinggi, Talud Jebol Berimbas Teras Rumah Warga Ambrol di Ungaran Timur
AMBROL : Teras rumah warga di Ungaran Timur ambrol akibat intensitas hujan yang tinggi, Kamis 12 Februari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--
UNGARAN, diswayjateng.com - Akibat intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan talud bagian belakang bangunan jebol dan berimbas kepada teras rumah warga di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kalirejo, Ungaran Timur ikut ambrol, Kamis 12 Februari 2026.
Bahkan, derasnya air hujan menyebabkan tanah sekitar pemukiman turut amblas tergerus.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian. Namun, kondisi rumah yang tanahnya amblas sangat memprihatinkan.
"Tanah yang amblas tepat dibawa teras, terdapat rongga disusul air hujan bercampur dari talud masuk ke rumah warga," ungkap seorang warga di Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kalirejo, Ungaran Timur.
BACA JUGA: BPBD Kabupaten Semarang Catat 17 Rumah di 3 Kecamatan Terdampak Bencana Angin Puting Beliung
BACA JUGA: Hari Kelima Bencana Tanah Bergerak Padasari Tegal, 464 Rumah Rusak dan 2.425 Orang Mengungsi
Rumah yang tanahnya amblas milik Sukarti (54). Sementara, sebuah rumah lainnya dalam kondisi kosong.
Rumah yang mengalami banjir bandang akibat pagar bumi jebol milik Imam (46 ), masih satu komplek perumahan dengan Sukarti.
Yang memprihatinkan, saat kejadian suami Sukarti mengalami sakit stroke.
"Saat kejadian ibu Sukarti membantu tetangganya yang terkena banjir bandang akibat pagar buminya jebol," tambah tetangga lainnya.
Sukarti baru mengetahui teras rumahnya amblas dari tetangganya dan bersama warga lain mengevakuasi suami serta anak perempuannya yang ada di dalam rumah.
BACA JUGA: Kepala BNPB Pastikan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Jawa Tengah Maksimal
BACA JUGA: 1.900 ASN Semarang Galang Dana bagi Korban Bencana Sumatra dalam Festival ASN 2025
Adanya bencana ini, personil gabungan Polres Semarang dan BPBD Kabupaten Semarang bersiaga penuh mencengah dan memastikan munculnya korban jiwa.
"Kami memastikan bahwa personil kami memberikan jaminan kepastian keamanan warga terkait bencana tersebut, serta melakukan mitigasi sekitar lokasi agar tidak terjadi bencana susulan," kata Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, yang turun langsung ke lokasi bencana.
Kapolres menuturkan sebanyak 61 personel Polres Semarang yang tergabung siaga Bhayangkara diterjunkan tangani bencana.
Sebelumnya, cuaca ekstrim hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kab. Semarang sejak Kamis 12 Februari 2026, siang.
BACA JUGA: Bencana Masih Mengintai Nyawa Warga, Status Darurat Bencana Pati Diperpanjang
BACA JUGA: DPN Soroti Ancaman Non-Militer di Jateng, Bencana Alam Dinilai Paling Menonjol
Kondisi ini mengakibatkan beberapa wilayah mengalami bencana tanah longsor, tanah amblas dan pagar bumi rumah jebol yang mengakibatkan banjir bandang.
Bahkan matreal tanah menutup jalur yang juga menjadi jalur alternatif menuju ke Mranggen Kabupaten Demak.
Bersama BPBD Kab. Semarang, Damkar dan warga, nampak Kapolres serta personel siaga Bhayangkara membantu mengevakuasi matreal sekaligus pengalihan arus lalu lintas.

Dengan mengerahkan 1 unit ekskavator milik BPBD, matreal yang menutup jalan dapat langsung dipindahkan serta jalur kembali bisa dilewati dengan penyemprotan jalur oleh truk Damkar.
"Polres Semarang membagi 61 personel siaga Bhayangkara di lokasi terdampak bencana, disini dan ada juga ada di wilayah Ds. Gogik Kec. Ungaran Barat," tambahnya.
Puluhan petugas gabungan membuat saluran air darurat, guna menghalau aliran air yang masuk ke perumahan.
BACA JUGA: GOW Salatiga Punya PR Besar, Nurhidayati : Belum Kantongi SK dan Segera Terdaftar di Kesbangpol
BACA JUGA: Dinkes Tegal Dirikan 4 Posko Kesehatan di Pos Pengungsian Padasari
"Kami lakukan mitigasi di aliran air yang mengakibatkan banjir bandang dan tanah amblas, tadi kita temukan tidak ada aliran air di tanah kosong belakang perumahan. Kami buat aliran air dan kolam darurat, tujuannya menampung debit air hujan sehingga tidak masuk ke perumahan melalui pagar bumi seperti yang terjadi di salah satu rumah," tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening dan Anggota DPRD Provinsi Jateng Bagus Suryokusumo serta Kepala BPBD Kab. Semarang Alexander Gunawan T. S.STP. .MM., turut meninjau langsung lokasi tiga titik bencana.
Dalam keterangannya, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyampaikan kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, terkait aliran air maupun kondisi kerawanan yang ada.
"Hal ini menjadi mitigasi bersama jajaran Forkopimda, terkait kecepatan dalam menangani bencana. Serta Evaluasi bersama, khususnya masyarakat dalam kebersihan aliran air atau selokan serta antisipasi kerawanan bencana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: