SLAWI. diswayjateng.com - Kerusakan rumah dan jumlah pengungsi akibat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal terus bertambah. Hingga hari kelima, Jumat, 6 Februari 2026, pukul 15.30 WIB, 464 unit rumah rusak dan 2.425 orang mengungsi.
Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tgeal M. Affifudin menyatakan bahwa pihaknya bersama tim selalu melakukan pemantauan dan evakuasi warga. Hinga hari kelima, dari data yang ada, setiap hari data kerusakan maupun pengungsi selalu saja ada penambahan.
”Dampak bencana dari 464 unit rumah terinci 205 mengalami rusak berat, 174 unit mengalami rusak sedang, dan 85 unirt rusak ringan. Adapun wilayah terdampak terdata di RW 01, RT 01–03; RW 02, RT 06–09; RW 03, RT 12–15; dan RW 04, RT 10, 11, 16–18,” jelasnya.
Pihaknya juga mengidentifikasi fasilitas terdampak. Tercatat untuk fasilitas sosial ada 21 unit. Rinciannya, rusak berat 14 unit, rusak sedang 4 unit, dan rusak ringan 3 unit.
”Untuk fasilitas peribadatan ada 7 unit. Rinciannya, rusak berat 3 unit, rusak ringan 3 unit, dan rusak ringan 1 unit. Fasilitas pendidikan ada 7 unit dengan rusak berat 5 unit, sedang 1 unit, ringan 1 unit, dan untuk fasilitas pemerintahan ruisdak berat 1 unit,” ungkapnya.
Sementara, lanjut dia, untuk infrastruktur dan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan terdapat di 3 titik. Kemudian bendung irigasi 1 unit dan jembatan 1 unit.
Bagi warga yang terdampak, kata dia, sudah berada di pungungsian. Lokasi pengungsian tersebar di beberapa tempat. Ada di sekolah, majlis gedung serbaguna dan lainnya.
”Lokasi pengungsian saat ini terfokus di Majlis Az Zikir wa Rotibain sebanyak 50 KK dengan jumlah 166 jiwa, Majelis Dukuh Pengasinan ada 337 KK dengan jumlah 985 jiwa, SDN 2 Padasari 34 KK dengan 92 jiwa, Dukuh Lebak RW 05 ada 130 KK dengan 506 jiwa, Gedung Serbaguna Desa Penujah 39 KK dengan jumlah 150 jiwa, dan Ponpes Dawuhan Padasari (Ponpes Al Adalah) ada 526 jiwa,” ujarnya.
Hingga saat, ini toral ada 590 KK dengan jumlah 2.425 jiwa. Rinciannya, laki-laki 769 orang, perempuan 889 orang, lansia 130 orang, ibu hamil 3 orang, ibu menyusui 3 orang, anak-anak jumlahnya 181, bayi 27, dan difabel 1 orang.
”Penanganan darurat kita lakuikan dengan evakuasi warga secara bertahap sesuai kondisi tanah aktif. Kemudian distribusi logistik satu pintu melalui Pos Lapangan dan pendataan lanjutan oleh OPD terkait,” tegasnya.