Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, Kristiyugo, mengakui kondisi lingkungan di kawasan hulu sudah sangat memprihatinkan. Pemerintah daerah disebut memiliki keterbatasan dalam penanganan.
“Pemerintah Kabupaten Wonosobo tidak cukup kuat jika harus menyelesaikan sendiri. Persoalan di atas itu harus segera kita tangani bersama,” ujarnya.
BACA JUGA:PC GP Ansor Wonosobo Resmi Dilantik, Fokus Wujudkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kader
BACA JUGA:Paska Ambruk, DPUPR Siapkan Perbaikan Jembatan Muncar Wonosobo Tahun 2026
DLH menyambut baik langkah kolaboratif JATUBU dan menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Pemerintah tidak ingin bencana fatal seperti di daerah sekitar terjadi di Wonosobo.
Gerakan penanaman kopi Nusantara ini menjadi simbol bahwa kerusakan hutan Wonosobo kritis harus segera ditangani melalui kerja bersama.