Kisah Panjang Pesantren Rafirna Tersono Batang, Jaga Sanad Sejak 1934 hingga Era Digital
Akhirussanah Ponpes Rafirna di Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang -ist -
BATANG, diswayjateng.com – Waktu seperti berjalan pelan di sebuah sudut Kecamatan Tersono, Kabupaten BATANG, ketika jejak sejarah masih hidup di tengah aktivitas para santri.
Di sana berdiri Pondok Pesantren Rafirna, singkatan dari Roudlatu Firqotin Najiyyah, yang didirikan pada 1934, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Didirikan oleh Kiai Haji Jamhuri bin Nuh, pesantren ini awalnya dikenal sebagai Pondok Meragan, mengikuti nama Dukuh Ponoragan.
“Pendiri kami itu santri dari Tremas Pacitan, dan sanad keilmuannya tersambung hingga para ulama besar,” ujar pengasuh generasi penerus, Gus H Misbakhul Munir, Rabu 25 Maret 2026.
BACA JUGA: Akhirussanah Rafirna 2026, Ribuan Jamaah Saksikan Wisuda Khatam Al-Qur’an di Tersono Batang
BACA JUGA: Tiga Rumah di Warungasem Batang Terbakar, Damkar Berjibaku di Gang Sempit
Ia menuturkan, sanad keilmuan di pesantren bukan sekadar silsilah, melainkan ruh pendidikan yang dijaga turun-temurun.
Cerita berdirinya bermula ketika Kiai Jamhuri berdakwah di Desa Tanjungsari.
Seorang lurah setempat kemudian mewakafkan tanah untuk mendirikan pondok.
Bangunan awalnya sederhana, berupa rumah panggung dari kayu.
BACA JUGA: Ramainya Lomban, Tradisi Lomba Dayung yang Eksis Di Batang Sejak 1970-an
BACA JUGA: Diduga Pecah Ban, Truk Mitsubishi Terguling di Tol Batang–Semarang
Namun dari kesederhanaan itu, santri mulai berdatangan dari berbagai daerah.
Ketika Kiai Jamhuri wafat pada 1942 tanpa keturunan, tongkat estafet dilanjutkan oleh muridnya, Kiai Ahmad Mohtar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:







