Banjir Rendam Permukiman di Pekalongan, 900 Warga Mengungsi

Sabtu 17-01-2026,11:59 WIB
Reporter : Mukhtarom
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.com – Banjir yang melanda Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah sejak Jumat malam (16/1/2026), mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi. Hingga Sabtu (17/1/2026), diperkirakan 900 warga Kota Pekalongan mengungsi.

Para pengungsi tersebar di sejumlah titik, di antaranya Masjid Al Karomah, SD Negeri 3, serta Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat yang menjadi lokasi terpadat hingga membludak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, mengatakan banjir dipicu hujan lebat dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah kota sejak Jumat malam.

"Tadi malam hujan deras dengan durasi lama, mengakibatkan beberapa wilayah di Kota Pekalongan banjir," terangnya di lokasi pengungsian, Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu 17 Januari 2026.

Pemerintah Kota Pekalongan, lanjut Sekda, telah menyiapkan sejumlah lokasi sebagai tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir.

"Pemda berupaya untuk menangani warga di Aula Kecamatan Pekalongan Barat untuk mengungsi, di SD ada, Masjid Al Karomah, wilayah timur juga ada," imbuh Nur Priyantomo.

Ia menambahkan, jumlah pengungsi terus bertambah seiring naiknya ketinggian air. Warga yang sebelumnya bertahan di rumah, kini memilih mengungsi demi keselamatan.

"Data pengungsi semakin berkembang, setiap 2 jam sekali. Diperkirakan ada 900 jiwa. Langkah2 kita sudah koordinasi dengan pihak terkait. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah berupaya evakuasi warga, menyiapkan dapur umum di Kantor Dinsos, kemudian di Kodim untuk menyuplai makan pengungsi," pungkasnya.

Pantauan di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, kondisi pengungsian terlihat membludak hingga ke teras dan area parkir. Sejumlah pengungsi terpaksa menggelar tikar dan karpet seadanya untuk beristirahat. Sementara di dalam ruang Aula sudah penuh.

"Sementara masih di sini karena di dalam full. Kalau masih penuh juga rencana mau ke rumah orang tua, karena kondisi di rumah banjir setinggi lutut," kata Tia (31), warga Kelurahan Tirto, yang mengungsi di area parkir Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.

Hal serupa dialami Titis Irma (31). Ia mengaku tidak kebagian tempat di dalam aula karena datang pada Sabtu pagi.

"Jam 10 baru kesini, tidak kebagian tempat di dalam, sudah penuh. Rencana mau ke rumah orang tua," ujarnya.

Saat ini, pemerintah daerah terus mengupayakan penambahan lokasi pengungsian yang lebih representatif, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti konsumsi, air bersih, dan obat-obatan, dapat terpenuhi.

 

Kategori :