Kapolres Batang menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan kombinasi personel berseragam maupun tidak berseragam.
Langkah ini diambil Kapolres Batang untuk memastikan potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sebelum berkembang menjadi konflik terbuka di ruang publik.
BACA JUGA:Sigandu dan Forest Kopi Jadi Fokus, Satlantas Batang Siapkan Skema Lalu Lintas Wisata
Kapolres Batang juga memaparkan hasil pantauan selama masa libur akhir tahun yang tidak hanya terfokus pada malam tahun baru semata.
Menurut Kapolres Batang, situasi di tempat wisata relatif terkendali tanpa lonjakan pengunjung yang signifikan seperti saat libur Lebaran.
“Alhamdulillah lancar-lancar saja dan masih bersifat landai, tidak ada lonjakan signifikan,” tutur Kapolres Batang.
Kapolres Batang menambahkan bahwa data kecelakaan lalu lintas selama periode pengamanan menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun 2024 tercatat 16 kasus kecelakaan lalu lintas, maka pada periode pengamanan kali ini jumlahnya menurun menjadi 13 kejadian.
BACA JUGA:Jelang Tahun Baru 2026, Polres Demak Kerahkan Pasukan Gabungan di Titik-Titik Strategis
BACA JUGA:Enam Lintas Iman Doa Bersama Sambut Tahun Baru
Kapolres Batang menilai penurunan tersebut sebagai hasil dari pengawasan lalu lintas yang konsisten serta kesadaran masyarakat yang semakin baik.
Di tengah suasana libur sekolah yang masih berlangsung, Kapolres Batang menyampaikan imbauan khusus kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar dan pemuda.
Kapolres Batang mengajak masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api sebagai bentuk empati atas peristiwa duka yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kita sekarang sedang dalam suasana duka, jadi kami imbau masyarakat tidak menyalakan kembang api,” tegas Kapolres Batang.
Imbauan tersebut telah disampaikan Kapolres Batang melalui media sosial serta patroli kamtibmas yang dilakukan secara intensif di lapangan.