Namun, produksi garam rakyat di Jateng tidak semuanya sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan oleh industri. Hal itu karena teknologi sederhana, tergantung pada cuaca, dan lainnya.
BACA JUGA:Tangis Bahagia Dasuki saat Rumahnya Hendak Diperbaiki Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
BACA JUGA:Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 1 Ton di MAJT Semarang
Padahal, kebutuhan garam di Jawa Tengah, berdasarkan data tahun 2024, sebesar 119.400 ton. Terdiri atas 33.000 ton untuk garam konsumsi dan 86.400 ton untuk garam industri.
Dari kebutuhan tersebut, industri garam eksisting di Jawa Tengah seperti Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) hanya mampu memenuhi 25.000 ton, Washingplant Koperasi Sari Makmur Rembang maksimal 7.500 ton, dan Washingplant Koperasi Mutiara laut Mandiri Pati maksimal 6.000 ton. Sisa kebutuhan garam masih didatangkan dari daerah lain.
"Itu yang untuk garam rakyat dengan NaCL 95%. Kalau untuk industri NaCL-nya harus di atas 97%,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Endi Faiz Effendi.