
SALATIGA, diswayjateng.id - Ditengah lomba memasak nasi goreng dan menu kudapan non beras, Ketua DPC PDI-P Salatiga Dance Ishak Palit kembali mengingatkan kader Moncong Putih perihal buku Mustikarasa.
Buku Mustikarasa adalah, buku menu karya Presiden RI pertama Soekorno. Buku yang mendokumentasikan resep masakan Nusantara disusun oleh pemerintah Indonesia di jaman Bung Karno.
"Buku masak Mustikarasa diterbitkan tahun 1967 oleh Departermen Pertanian. Jangan lupa, terdapat lebih dari 1600 resep yang dicatat didalamnya," ujar Dance ditengah lomba memasak menu kudapan non beras, di Pendopo Bung Karno, Minggu 15 Juni 2025.
Terlihat diantara tamu undangan yang hadir, Tim Herviano Foundation dengan koordinator Dimas mewakili anggota DPR RI Dapil I Jateng Moh. Herviano Widyatama, anggota DPR RI I Jateng Samuel Watimena, mantan Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng R Rachmadi.
BACA JUGA: Empat Provinsi Jalin Kerja Sama Ekonomi, Jateng Jadi Motor Penggerak Nilai Capai Rp 2,1 Triliun
Terlihat pula, seluruh Anggota DPRD dari Fraksi PDI-P Salatiga, Pengurus DPC PDI-P Salatiga, kader hingga warga masyarakat Salatiga.
Atas dasar mengingatkan kembali bagaimana Bung Karno begitu getolnya merangkum menu Nusantara dalam satu buku resep Mustikarasa sekaligus memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI-P Kota Salatiga disebutkan Dance sengaja menggelar lomba memasak nasi goreng dan menu kudapan non beras.
Dimana, dalam pengelolaan makanan kudapan berbahan non beras diinisiasi Departemen Wanita DPC PDI-P Salatiga ini diikuti 20 kelurahan di Salatiga.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan ada alternatif bagi ibu-ibu dalam menyajikan kudapan kepada keluarga selain beras," paparnya.
Kegiatan lomba memasak menu non beras ini, diakui Dance, sekaligus pesan Bung Karno kepada masyarakat bagaimana mengembangkan menu non beras.
BACA JUGA: Gandeng Perguruan Pencak Silat, Polres Semarang Bagikan 252 Bantuan Sembako
BACA JUGA: Kala Anggota Dewan Fraksi PDI-P Salatiga 'Ubyek' Masak Nasi Goreng, Makanan Favorit Bung Karno
Sementara, Ketua Departemen Wanita PDI-P Salatiga yang Meidy Dance Ishak Palit menambahkan jika kegiatan lomba memasak menu kudapan berat non beras melibatkan seluruh anggota Fraksi PDI-P Salatiga serta sejumlah tokoh PDI-P demi terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Lomba kudapan berat terkandung nilai-nilai gizi baik bagi tubuh diantaranya protein, karbohidrat, dan Ibu-ibu mengelola menu tanpa beras ini," terang Meidy.
Disebutkannya, antusiasme peserta dalam mengikuti lomba ini sangat kuat biasa.
Dengan menggunakan bahan baku singkong, kimpul, sagu, jagung hingga bahan tradisional khas nusantara, lomba memasak kudapan berat non beras ini saat ini diakui Meidy, tengah boming.
Dengan dasar itu pula, Department Wanita DPC PDI-P Kota Salatiga melombakannya untuk mengetahui sejauh apa kreatif Ibu-ibu dalam mengelola menu non beras.
BACA JUGA: Gelar Sertijab Kepala SMK dan SMA Cabdin Wilayah XII
BACA JUGA: Dinas Perkim Kabupaten Tegal Lakukan Pemeliharaan 5 PSU
Dalam kesempatan yang sama, Tim Herviano Foundation dengan koordinator Dimas mewakili anggota DPR RI Dapil I Jateng Moh. Herviano Widyatama mengatakan, sebenarnya momen tersebut menjadi satu kebanggaan kader PDIP Perjuangan.
"Kami menjalankan intruksi dari ketua umum kami ibu Hj Megawati Soekarno Putri. Dimana, saya pun mengikuti mengkonsumsi pengganti beras saya sekarang di rumah makanya pakai porang atau umbi-umbian," tutur Dimas.
Dan diakuinya, dengan pola konsumsi non beras, dalam 2-3 bulan tidak hanya untuk menurunkan berat badan tapi kualitas hidup sehat.
Pada akhirnya, ia berharap DPR RI akan berkolaborasi untuk kemaslahatan warga Kota Salatiga.
"Untuk yang terbaik dan dibantu dengan teman-teman fraksi dari PDI-P Kota Salatiga," imbuhnya.