DISWAYJATENG.ID – Setelah kita membahas tentang sejarah mahakarya Museum Blanco Bali, maka belum pas rasanya jika kita tidak mengetahui apa saja pesona keindahan yang ada disini.
Bali memang sangat mengagumkan dimana bukan hanya wisatanya saja yang menjaid daya tarik, tetapi juga museum yang mempunyai sejarah mampu menarik para wisata untuk datang. Museum Blanco Renaissance adalah kawasan yang menarik untuk kalian kunjungi, hal tersebut karena banyak sekali tempat menarik yang bisa dijadikan sebagai spot foto. Suasana dan nuansanya yang begitu teduh dan sejuk serta semakin memberikan rasa nyaman yang luar biasa. Berikut adalah pesona keindahan yang bisa kalian jumpai ketika berkunjung ke Museum Blanco Bali, antara lain: Pesona yang Tersembunyi Banyak wisatawan yang mungkin tidak tahu apa sebenanrnya yang menjadi daya tarik dari museum ini, yang pertama kali menginjakkan kaki disini para wisatawan akan disambut dengan rumah khas Bali yang eksotis. Museum ini memang di desain menyerupai bangunan-bangunan yang berada di Bali, dan dari halaman depannya saja pengunjung sudah bisa mengambil beberapa gambar yang menarik dan esoktis. Selain itu tempat ini berada jika di atas bukit campuan, yakni dimana suasana dan suhunya sangat sejuk dan teduh serta terbebas dari yang namanya bising kendaraan dan polusi yang menyesakkan. Oksigen yang masih berkualitas sangat baik, sehingga membuat semua orang yang berkunjung ke sini enggan untuk pengin pulang. Seperti ada daya tarik yang mengharuskan wisatawan untuk berlama-lama di tempat ini. Didalam kawasan para pengunjung akan disuguhkan dengan halaman rumput yang sangat luas, dan ditempat ini wisatawan akan mulai terhipnotis. Sepertinya semua yang ada disini hanya bisa diungkapkan dengan satu kata saja yaitu Kece. Jika kita lihat dari bangunannya merupakan perpaduan antara Bali dan juga Spanyol, dan pada bangunan utamanya para pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai macam lukisan Blanco yang memperlihatkan lekukan tubuh wanita, sementara di luar terdapat kolase lukisan sekitar umur 60an. Pada area taman para pengunjung akan dihibur dengan hadirnya beberapa kawanan burung, dan disinilah biasanya pengunjung akan memulai perburuan untuk foto. Ada yang foto dengan burung-burung yang menggemaskan, bahkan ada yang hanya foto di area taman pokoknya tempat ini bisa dibilang menjadi titik spot foto terbaik. Tidak hanya lukisan yang normal aja, para wisatawan juga bisa membeli sebuah buku biografi tentang Blnaco dengan harga yang terjangkau. Pihak pengelolan museum sendiri menyediakan jasa paket tur yang bisa dijadikan alternatif untuk berkeliling menikmati setiap goresan tinta dari tangan pelukis ternama ini. Selain itu hadirnya tumbuhan tropis membuat suasana kawasan ini menjadi berbeda, nuansa pedesaan dengan keramahan petugas museum membuat para pengunjung serasa di rumah sendiri. Selain tempat untuk berwisata tempat ini juga menyediakan sarana kuil untuk beribadah, bahkan ada juga cafe dan restoran yang menjajakan makanan khas bali. Ada pula beberapa camilan khas asia dan eropa yang tidak boleh ketinggalan untuk dinikmati, terlebih lagi bagi yang hobi makan cita rasa makanan ini bisa mengalihkan duniamu. Tidak lupa pula dengan toko souvenir yang menarik hati, yakni seperti souvenir yang imut dan lucu sangat pas dijadikan sebagai oleh-oleh untuk teman atau keluarga dirumah. Harga Tiket Masuk Para pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp30.000 saja, dan biaya parkir Rp15.000 untuk mobil, dan kendaraan bermotor Rp10.000. sedangkan untuk jam operasional kawasan ini akan buka mulai 09.00 hingga 17.00 waktu setempat. BACA JUGA:Museum Blanco Bali: Sejarah Mahakarya Keindahan Pelukis Internasional Demikian itulah pembahasan kita mengenai pesona keindahan yang ada di Museum Blanco Bali, semoga bermanfaat. (*)Ini Dia Pesona Keindahan yang Ada di Museum Blanco Bali
Jumat 28-07-2023,00:32 WIB
Reporter : Dimas Hadi Ibrahim
Editor : Dimas Hadi Ibrahim
Kategori :
Terkait
Rabu 14-10-2026,07:00 WIB
Sensasi Romantis di Ujung Pegunungan: Nikmati Kuliner Hangat nan Syahdu di Terasse Guci Tegal
Sabtu 12-09-2026,07:05 WIB
Guci Tegal Tawarkan Wisata Healing hingga Senja di Bukit Rimpak
Rabu 02-09-2026,08:45 WIB
Dua Desa di Batang mulai Dibangun jadi Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Lokasinya
Rabu 02-09-2026,06:10 WIB
Penumpang Stasiun Gombong Tembus 44 Ribu per Bulan, Wisata Kebumen Makin Mudah Diakses
Jumat 28-08-2026,14:26 WIB
Kebumen Gandeng Malaysia Tourism, Buka Peluang Promosi Wisata ke Mancanegara
Terpopuler
Senin 26-10-2026,06:37 WIB
Di Balik Kauman Batik Art Festival 2026 Kota Pekalongan, Antara Inovasi dan Keberlanjutan
Senin 26-10-2026,09:35 WIB
Kecelakaan Maut di Purworejo, Kakak Beradik Tewas Usai Motor Tabrakan dengan Pickup
Senin 26-10-2026,09:42 WIB
Lelang KPBU APJ Batang, Konsorsium Asal Surabaya jadi Pemenang?
Senin 26-10-2026,07:14 WIB
Libur Melaut, Nelayan Kebumen Adu Kuat Tarik Tambang di Pantai Karangbolong
Senin 26-10-2026,08:21 WIB
Antre Haji 10 Tahun, Humam Sempat Terkendala Sidik Jari saat Rekam Biovisa
Terkini
Senin 26-10-2026,22:04 WIB
Logo Baru PDAM Kota Salatiga, Ini Makna Terkandung di Dalamnya
Senin 26-10-2026,21:32 WIB
Batik Tulis, Inklusi, dan Masa Depan Anak Muda: Perjalanan 12 Tahun Rumah Batik TBIG Pekalongan
Senin 26-10-2026,21:14 WIB
Representasi Membangun Kepercayaan Publik, Imron Cahyadi Luncurkan Logo Baru PDAM Hingga Aplikasi SIGAP
Senin 26-10-2026,20:51 WIB
Kekeringan Kepung 51 Desa di Demak, 66 Ribu Warga Bergantung pada Bantuan Air Bersih
Senin 26-10-2026,20:48 WIB