Tiga Kios Pasar Pedurungan Terbakar, Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik
Tiga kios di Pasar Pedurungan, Kota Semarang, terbakar Jumat pagi. Api diduga dipicu korsleting listrik setelah aliran listrik padam dan muncul bau sangit serta asap dari salah satu kios.-diswayjateng.id-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id — Tiga kios di kawasan Pasar Pedurungan, Kota Semarang, terbakar pada Jumat pagi. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik setelah aliran listrik di salah satu kios tiba-tiba padam dan muncul bau sangit disertai asap.
Api diketahui mulai terlihat sekitar pukul 09.00 WIB. Kobaran kemudian membesar dari salah satu kios dan merambat ke dua kios lain yang berada di dekatnya.
Sebagian barang dagangan berupa pakaian dan perlengkapan usaha berhasil dikeluarkan oleh pedagang dan warga.
Kebakaran Pasar Pedurungan Bermula dari Listrik Padam
Salah seorang pedagang, Sri Priatun, mengatakan tanda-tanda kebakaran diketahui setelah listrik di kiosnya mati. Kondisi tersebut kemudian diikuti munculnya bau sangit yang membuatnya keluar untuk memeriksa keadaan.
“Awalnya listrik mati, terus saya telepon yang sebelah. Saya bilang, kok listriknya mati dan kok bau sangit. Terus saya keluar, ternyata terlihat asap,” kata Sri, Jumat (6/11/2026).
Setelah asap terlihat, Sri meminta pedagang di sekitar lokasi segera datang. Namun, sebelum kondisi dapat diperiksa lebih jauh, asap semakin tebal dan api mulai membesar. Barang dagangan berupa pakaian kemudian ditarik keluar untuk menyelamatkan sebagian barang dari kobaran api.
BACA JUGA:Curi Entog Senilai Rp70 Ribu, Pria di Banyumas Berakhir Minta Maaf dan Berdamai
BACA JUGA:Pengawasan SPPG di Pemalang Masih Terbatas, Mitra MBG Butuh Kepastian Operasional
Warga Padamkan Api dengan Ember
Pedagang lainnya, Ambar, menyebut sumber kebakaran diduga berasal dari bagian instalasi listrik. Namun, kepastian mengenai penyebab kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
“Kalau kemungkinan sih dari listrik, tapi kita enggak tahu pastinya. Yang pertama tahu itu bakul tempe sama bakul gorengan karena ada asap yang keluar dari kios Bu Pia sama Bu Ika,” ujar Ambar.
Teriakan warga kemudian membuat pedagang dan masyarakat di sekitar pasar bergerak melakukan pemadaman awal. Sejumlah warga mengambil ember dan air, sementara pedagang lain mengamankan tabung LPG yang berada di sekitar lokasi agar tidak ikut terdampak.
Api Berhasil Dikendalikan Sekitar 30 Menit
Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama sebelum petugas pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan. Menurut Ambar, api dapat dikendalikan setelah warga melakukan pemadaman awal selama sekitar 30 menit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
