UMKM Demak Tak Mau Jalan di Tempat, Regenerasi Pengurus Mulai Dipanaskan
Ketua Forum UMKM Demak Ali Musthofa bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Siswanto dan para pelaku UMKM membahas penguatan organisasi serta pengembangan usaha lokal.-Foto: Samsul/dok.-
DEMAK, diswayjateng.id – Forum UMKM Kabupaten Demak mulai memanaskan persiapan regenerasi kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. Sejumlah langkah mulai dilakukan, salah satunya melalui kegiatan rutin di tingkat kecamatan untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyiapkan calon pengurus baru.
Kegiatan yang digelar di Kecamatan Karangtengah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpelaku usaha. Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran, koordinasi, serta memperkuat kapasitas pengurus kecamatan dalam mengembangkan potensi UMKM di wilayah masing-masing.
Ketua Forum UMKM Kabupaten Demak, Ali Musthofa, mengatakan kegiatan rutin tersebut menjadi bagian dari program organisasi untuk membangun kekompakan sekaligus menyatukan kebutuhan pelaku usaha dari berbagai kecamatan.
“Ini merupakan rutinitas program Forum UMKM Demak untuk pembelajaran pengurus kecamatan, koordinasi, akses fasilitasi, dan kekompakan di tingkat kecamatan dalam mewujudkan apa yang dibutuhkan di setiap kecamatan. Juga sebagai ajang silaturahmi pelaku UMKM se-Kabupaten Demak,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Ali menjelaskan, kegiatan di Karangtengah menjadi salah satu tahapan awal menuju reorganisasi kepengurusan pada 2027. Karena itu, seluruh anggota mulai diajak mencermati figur-figur potensial yang nantinya dapat diusulkan untuk mengisi kepengurusan berikutnya.
Menurutnya, regenerasi organisasi tidak boleh hanya menjadi urusan segelintir orang. Keterlibatan seluruh anggota diperlukan agar kepengurusan mendatang memiliki dukungan kuat dan mampu menjalankan program sesuai kebutuhan pelaku UMKM.
Ia berharap, melalui kegiatan di tingkat kecamatan, para anggota juga mendapatkan pengalaman dalam mengelola kegiatan berskala kabupaten. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengorganisasi dan menyukseskan program bersama.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Tengah, Siswanto, mengingatkan pelaku UMKM agar memiliki kebanggaan terhadap usaha dan produk yang dihasilkan. Menurutnya, kepercayaan diri menjadi salah satu modal penting agar produk lokal mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Ia mencontohkan berbagai produk UMKM dari desa-desa di Kabupaten Demak, mulai dari olahan jamur, bandeng, hingga aneka produk makanan lainnya. Produk tersebut memiliki peluang pasar yang menjanjikan apabila terus dikembangkan, dijaga kualitasnya, dan dipromosikan secara konsisten.
“Kalau panjenengan semua tidak bangga atas apa yang dikerjakan hari ini, itu bisa menjadi tanda-tanda nanti akan turun kelas. Sekarang ini trennya UMKM sedang naik kelas,” kata Siswanto.
Selain kualitas produk, Siswanto juga menyoroti perubahan pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital. Pelaku UMKM diminta tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, tetapi mulai memanfaatkan perdagangan elektronik seperti TikTok Shop dan Shopee.
Menurutnya, pemerintah juga perlu hadir melalui pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi berbagai persyaratan pengembangan bisnis. Mulai dari legalitas usaha, sertifikasi produk, perpajakan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Ia menyatakan siap menjadi mitra dan pendamping pelaku UMKM dalam memperjuangkan kebutuhan mereka. Termasuk mengupayakan akses terhadap berbagai program pemerintah melalui komunikasi dengan kementerian terkait.
“Program yang dapat diakses pelaku UMKM diharapkan semakin terbuka pada 2027,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
