Gara-gara Uang Parkir Pasar Malam, Pemuda di Sukolilo Pati Tewas Dikeroyok dan Ditusuk

Gara-gara Uang Parkir Pasar Malam, Pemuda di Sukolilo Pati Tewas Dikeroyok dan Ditusuk

Konferensi Pers aksi pengeroyokan tragis berujung maut mengguncang wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. - diswayjateng/ezra ---

PATI, diswayjateng.id – Berawal dari perselisihan sepele terkait uang parkir di area pasar malam, sebuah aksi pengeroyokan tragis berujung maut mengguncang wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten PATI.

Seorang pemuda berinisial D.A.P. menghembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban keberingasan sejumlah orang di Lapangan Sukolilo, tepatnya di depan SDN 03 Sukolilo, Desa Kedungwinong.

Guna membeberkan tabir di balik peristiwa berdarah tersebut, Polresta Pati menggelar konferensi pers resmi di Aula Sanika Satyawada Polresta Pati pada Selasa (13/10/2026) siang.

BACA JUGA:  Bulan Inklusi Keuangan, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Pahlawan Literasi dan Inklusi hingga Pelosok Negeri

BACA JUGA:  Polisi Sahabat Anak Polres Salatiga: Tos Tangan Kecil Itu Disambut Hangat AIPDA Agus Wahib

Kapolresta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengungkapkan bahwa tragedi maut ini sejatinya dipicu oleh hal sepele yang bermula pada Kamis, 12 September 2024 silam sekitar pukul 19.50 WIB.

Kala itu, korban D.A.P. bersama rekannya H.A. datang mengendarai sepeda motor dengan niat untuk menikmati hiburan pasar malam di Lapangan Sukolilo. Namun, saat hendak memasuki area, keduanya mendadak dihadang dan dimintai uang parkir oleh sejumlah orang yang bertindak sebagai juru parkir hingga memicu adu mulut.

"Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa ini bermula dari persoalan permintaan uang parkir. Penyidik kemudian mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat," terang Kompol Dika di hadapan awak media.

Situasi makin memanas ketika kedua korban di area parkir langsung dikepung dan menjadi sasaran amuk pengeroyokan para pelaku. Naas, salah satu pelaku nekat mengayunkan senjata tajam dan menusuk D.A.P. serta H.A. Hingga akhirnya D.A.P. ambruk bersimbah darah dan kembali dihujani pukulan, sementara H.A. berhasil meloloskan diri berlari ke arah timur.

Mendapat laporan mencekam dari warga sekitar, jajaran Polsek Sukolilo langsung sigap meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua korban ke Puskesmas Sukolilo I. Sayang, nyawa D.A.P. tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk menjalani autopsi, sedangkan H.A. harus menjalani perawatan intensif akibat luka-luka.

Tak butuh waktu lama bagi korps baju cokelat untuk bergerak. Dari hasil penyidikan maraton dan kecocokan alat bukti, polisi akhirnya menetapkan seorang pria berinisial W.S. alias G (33), warga kelahiran Pati, sebagai tersangka utama yang dituduh terlibat aktif dalam pengeroyokan maut tersebut.

"Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang telah diperoleh. Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai ketentuan," tegas Kasat Reskrim.

Dari tangan tersangka dan lokasi kejadian, korps Bhayangkara berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial. Di antaranya pakaian terakhir yang dikenakan korban D.A.P. berupa celana panjang hitam, kaus hitam bertuliskan Sukoliloboys, jaket hoodie merah, celana pendek putih, kain batik, serta sebilah pisau belati sepanjang 25 sentimeter lengkap dengan sarungnya.

Untuk membuat terang benderang konstruksi perkara, penyidik Polresta Pati hingga kini telah memeriksa marathon sejumlah saksi kunci. Saksi yang dimintai keterangan antara lain H.A. (korban selamat), saksi pelapor berinisial S., serta deretan warga sekitar yang menyaksikan langsung detik-detik mencekam dari awal percekcokan hingga penusukan terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait