Andhie Fajar Jadi Asintel Kejati Jateng, Waito Wongateleng Tekankan Deteksi Dini
Dr. Andhie Fajar Arianto, SH, MH, saat dilantik menjadi Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Kantor Kejati Jateng di jalan pahlawan Semarang -Umar Dani -
SEMARANG, diswayjateng.id – Dr. Andhie Fajar Arianto, SH, MH, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Semarang, resmi menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.
Andhie dilantik oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah, Waito Wongateleng, SH, MH, di Kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (8/10/2026).
Dalam amanatnya, Waito menegaskan bahwa pergantian jabatan bukan sekadar perubahan struktur organisasi.
Lebih dari itu, pelantikan merupakan penyerahan kepercayaan, tanggung jawab, dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
BACA JUGA:Kejari Demak Musnahkan 119 Karton Rokok Ilegal hingga 48 Gram Sabu
BACA JUGA:Gandeng Media, Kejari Semarang Edukasi Pelajar soal Risiko Hukum di Media Sosial
“Pelantikan bukan sekadar pergantian nama dan jabatan pada sebuah struktur organisasi. Pelantikan adalah penyerahan kepercayaan, penyerahan tanggung jawab, dan yang paling penting adalah penyerahan amanah,” tegas Waito.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas pokok dan fungsi, memetakan persoalan, melakukan mitigasi, serta langsung bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing.
Menurut Waito, pergantian pejabat tidak boleh menghambat jalannya organisasi ataupun membuat kinerja institusi membutuhkan waktu terlalu lama untuk kembali optimal.
“Segera pelajari, segera pahami, segera petakan permasalahan, segera lakukan mitigasi dan segera bekerja. Organisasi tidak boleh berhenti hanya karena pergantian pejabat,” pesannya.
BACA JUGA:Kejari Grobogan Musnahkan Barang Bukti dari 78 Kasus yang Inkrah, dari Narkoba hingga Senjata Tajam
Kepada Andhie Fajar Arianto, Waito memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya memperkuat kemampuan deteksi dan peringatan dini di bidang intelijen.
Ia menegaskan, jajaran intelijen harus mampu membaca perkembangan situasi secara cepat dan tepat, termasuk mengidentifikasi potensi ancaman, gangguan,
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
