Laporan CSR di Demak Melonjak 164 Persen, Bupati Minta Tepat Sasaran

Laporan CSR di Demak Melonjak 164 Persen, Bupati Minta Tepat Sasaran

Bupati Demak Eisti’anah bersama jajaran Pemkab Demak dan para pengusaha saat menghadiri Temu Pengusaha Kabupaten Demak di Hotel Grand Setos Semarang, Kamis (8/10/2026).-Foto: istimewa-

DEMAK, diswayjateng.id – Kepedulian dunia usaha terhadap pembangunan dan masyarakat di Kabupaten Demak menunjukkan peningkatan. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 66 perusahaan, BUMN, dan BUMD tercatat telah melaporkan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau CSR.

Jumlah tersebut meningkat hingga 164 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data itu disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Demak, Masbahatun Niamah, dalam acara Temu Pengusaha Kabupaten Demak di Hotel Grand Setos Semarang, Kamis (8/10/2026).

Menurut Masbahatun, TJSLP bukan hanya bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.

“Ini merupakan pelaksanaan kegiatan temu pengusaha untuk yang ketiga kalinya dan juga sebagai tindak lanjut dari hasil rapat Tim Fasilitasi TJSLP Kabupaten Demak,” kata Masbahatun.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara Pemkab Demak dengan perusahaan swasta, BUMD, dan BUMN yang berada di wilayah Kabupaten Demak.

Harapannya, pelaksanaan TJSLP ke depan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi lebih terarah dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Pelaksanaan TJSLP agar dapat berjalan dengan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan program pembangunan prioritas di Kabupaten Demak,” ujarnya.

Bupati Demak Eisti’anah yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada para pimpinan perusahaan yang telah berkontribusi melalui program TJSLP/CSR.

BACA JUGA:Tak Hanya Mengandalkan APBD, Pemanfaatan Dana CSR Perlu Guna Mendukung Program Pembangunan

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Ajak Perusahaan Galang CSR Peduli Gizi, Targetkan Turunkan Stunting

Ia menilai pembangunan Demak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dunia usaha, akademisi, masyarakat hingga media.

“Karena untuk membangun Demak dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” kata Eisti’anah.

Menurutnya, seluruh unsur tersebut harus bergerak dalam semangat dan tujuan yang sama. Konsep tersebut disebut sebagai kolaborasi pentahelix.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait